Pesan SBY di Momen 2 Dekade Demokrat: Jangan Berstandar Ganda!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 17:55 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
SBY (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader tetap konsisten. Dia berharap di mana pun posisi Demokrat harus tetap menghormati demokrasi.

"Saya berharap Partai Demokrat tetap menjadi partai politik yang konsisten, jangan memiliki standar ganda, double standard. Contohnya baik ketika Demokrat berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan harus tetap menghormati demokrasi," kata SBY melalui video yang diputar di peringatan 2 dekade Demokrat, Kamis (9/9/2021).

"Menghormati hak-hak asasi manusia, memperjuangkan kepentingan rakyat. Utamanya golongan tidak mampu, membikin ekonomi adil," lanjut SBY.

SBY meminta perjuangan seluruh kader tidak berubah di mana pun posisi Demokrat. Menurut SBY, rakyat akan melihat konsistensi parpol.

"Apakah kita bagian dari pemerintahan seperti dulu ketika saya memimpin atau di luar pemerintahan, perjuangan kita harus tetap sama. Rakyat akan menilai partai politik mana yang paling konsisten, baik ketika berada di pemerintahan maupun ketika berada di luar pemerintahan," ujarnya.

Lebih lanjut, presiden ke-6 RI ini juga meminta Demokrat untuk benar-benar menjalankan nilai-nilai demokrasi dalam menjalankan tugasnya. Hal itu, kata SBY, merupakan makna dari nama partai tersebut.

"Demokrat harus berdiri di depan sebagai penjuru, sebagai champions of democracy. Namanya pun Partai Demokrat, mengapa dulu saya pilih nama Partai Demokrat karena dalam hati dan pikiran saya Partai Demokrat benar-benar menjalankan demokrasi yang sesungguhnya dan juga menjadi champions of democracy tadi," ujarnya.

SBY pun mengajak seluruh kader dekat dengan rakyat dan memahami setiap permasalahan yang ada. Serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Wajib hukumnya para pemimpin dan kader Demokrat dekat dengan rakyat. Pahamilah persoalan dan kesulitan rakyat, dengarkan aspirasi mereka dan perjuangkan aspirasi itu. Itulah jati diri Partai Demokrat yang sesungguhnya, dekat dengan rakyat, perjuangkan kepentingan rakyat," ujarnya.

"Para pemimpin dan kader Demokrat juga harus sensitif, peka, peduli pada keadilan, pada kebebasan, pada ekonomi yang adil dan ramah lingkungan, dan pada bangsa pada hadirnya masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu. Tidak ada yang disebut dengan konflik identitas, we are one, kita hormati pluralisme. Itulah nilai dan jati diri Partai Demokrat," tutup SBY.

(eva/gbr)