NasDem Dukung Kapolda Metro soal Coki: Aparat Tak Boleh Rendahkan Martabat

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 12:24 WIB
Taufik Basari
Foto: Taufik Basari (Ari Saputra)

Dia lantas meminta agar anggota polisi yang melakukan penangkapan terhadap Coki Pardede diperiksa. Jika terbukti bersalah, menurutnya Polri harus memberikan sanksi disiplin.

"Harus diperiksa dan jika terbukti adanya kesalahan harus diberikan sanksi disiplin sebagai peringatan kepada anggota polri lainnya agar selalu profesional dan berpedoman kepada prinsip ham dan fair trial," tuturnya.

Penangkapan Coki Pardede Tak Etis

Video penangkapan komika Coki Pardede di kasus narkoba viral di media sosial. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyayangkan beredarnya video penangkapan tersebut.

"Saya lihat video (penangkapan) kemarin viral di medsos, di samping tidak etis, dia juga merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Irjen Fadil Imran dalam video yang dilihat detikcom, Rabu (8/9/2021).

Ada 2 poin yang disorot Fadil yakni soal video penangkapan Coki Pardede dan juga soal anggota bersenjata api laras panjang saat konferensi pers. Fadil Imran mengatakan video penangkapan tersebut tidak elok karena menjadi tontonan publik. Apalagi dibubuhi kalimat yang merendahkan Coki Pardede.

"Video penangkapan itu tidak elok dipandang publik, apalagi dengan narasi-narasi, kalimat-kalimat yang merendahkan harkat dan martabat manusia," paparnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini meminta anggota untuk menghormati hak seseorang meskipun statusnya sebagai tersangka.

"Siapapun dia, tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hormati dan kita hargai," katanya.

Poin kedua, Fadil meminta agar personel dalam menyampaikan konferensi pers lebih humanis, terutama di kasus narkoba.

"Kalau bukan bandar (narkoba), bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang. Enggak usah lagi gagah-gagahan," katanya.

"Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu," tuturnya.


(maa/tor)