Sindiran Tajam Legislator PAN ke Yasonna Usai Kebakaran Maut Lapas Tangerang

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 12:18 WIB
Sarifuddin Sudding (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Sarifuddin Sudding (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding menyebut permasalahan di Kemenkumham sangat kompleks, termasuk soal lapas. Dia menilai perlu ada perbaikan secara keseluruhan di Kemenkumham.

"Ya saya kira kita semua lihat bahwa banyak hal di Menkumham ini yang memang perlu perbaikan dari dulu. Dan itu sering sekali kita suarakan, termasuk soal lapas itu sangat kompleks permasalahan di sana, masalah Imigrasi, dan masalah lain-lain. Tapi itu tidak ada yang membawa perbaikan," kata Sudding kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).

Politikus PAN ini lantas menyinggung prestasi Yasonna yang dinilainya nihil selama menjabat Kemenkumham. Menurut Sudding, Yasonna hanya pandai 'mengobok-obok' partai politik.

"Tapi kalau melihat kinerja Pak Yasonna mengobok-obok parpol politik, bolehlah. Kalau mengobok-obok parpol sesuai keinginan pemerintah, bolehlah. Kalau itu tentu menjadi prestasi, tapi kalau di luar itu sama sekali tidak ada," ujar Sudding.

Sudding menyebut pihaknya sudah menyampaikan masalah overkapasitas di lapas sejak lama, termasuk dari sisi kemanusiaan para napi. Namun belum ada perbaikan sampai saat ini.

"Tidak ada perbaikan. Dari dulu kita menyampaikan overkapasitas sampai 400 persen, dan bagaimana kondisi lembaga pemasyarakatan yang tidak dilakukan revitalisasi. Kemudian, dari sisi kemanusiaan, walaupun dia seorang napi, tapi ada hak-hak yang harus diperhatikan, bagaimana kondisi warga binaan itu sangat memprihatinkan," katanya.

"Dan itu dari dulu kita (suarakan), tapi tidak ada kemajuan. Barangkali Yasonna ini ditugaskan hanya untuk mengobok-obok parpol sehingga hal-hal lain dia kesampingkan begitu saja," lanjut Sudding.

Suding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. Dia meminta Yasonna mengundurkan diri.

"Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tidak bisa tutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke kalapas atau dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh," katanya.

Simak video 'Yasonna Ungkap Banyak Napi Narkoba Bikin Lapas Jadi Overload':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)