KBRI Belum Bisa Pastikan 6 Warga Papua Seberangi Aussie
Kamis, 06 Apr 2006 08:01 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia belum memberikan penjelasan secara resmi terkait kabar adanya 6 warga Papua yang tiba di Australia untuk mencari suaka politik.KBRI di Australia hanya bisa menunggu informasi dari pihak Imigrasi Asutralia namun juga terus melakukan upaya pendekatan untuk memastikan kabar tersebut."Hingga saat ini masih di tangan Imigrasi Australia. Kita hanya patokan Imigasi. Memang mereka sudah bilang ada berita seperti itu," kata Juru Bicara KBRI Australia Dino Kusnadi ketika dihubungi detikcom, Rabu (5/4/2006).Dino menjelaskan, upaya KBRI untuk meminta klarifikasi masih belum ditanggapi oleh Imigrasi Australia. Karenanya, lanjut Dino, masih sulit memastikan apakah 6 warga itu benar-benar warga Papua."KBRI ditanggapi seperti itu, kita tidak bisa berbuat apa-apa dulu. Kita sulit katakan siapa mereka, apakah betul warga Papua," jelasnya.Akses kekonsuleran yang tidak diberikan oleh Australia ini sama halnya dengan kasus sebelumnya yakni 43 warga Papua yang telah diberikan temporary protection visa. Hingga kini pun KBRI masih belum bisa bertemu dengan mereka."Kita sudah melakukan klarifikasi, sampai saat ini belum ada jawaban.kita tunggu saja dari Imigrasi Australia," imbuhnya.Sebelumnya, Harian Australia, Sydney Morning Herald, edisi 5 April memberitakan satu keluarga Papua yang terdiri dari 6 orang telah tiba di sebuah pulau tak berpenghuni di Australia yang disebut-sebut Bamboo Island pada 2 April.Keluarga tersebut terdiri dari seorang aktivis bernama Paulus Samkakai beserta istrinya dan empat anaknya, termasuk seorang bayi yang baru berusia 2 bulan.
(atq/)











































