Pemerintahan Baru Palestina Kehabisan Uang

Pemerintahan Baru Palestina Kehabisan Uang

- detikNews
Kamis, 06 Apr 2006 02:04 WIB
Jakarta - Pemeritahan baru Palestina yang dikuasai Hamas tidak memiliki cukup uang untuk menjalankan pemerintahan. Kabinet yang baru terbentuk diyakini akan kesulitan menjalankan pemerintahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza tanpa ada bantuan dari luar negeri."Menteri Keuangan Palestina telah menerima keseluruhan perbendaharaan yang kosong," ujar Haniyeh seagaimana diberitakan Associated Press, Kamis (6/4/2006).Haniyeh juga menyatakan pemerintah akan menemukan kesulitan dalam membayar 140.000 pekerja. Karenanya Haniyeh memohon bantuan dari negara-negara Arab, dan mengatakan uang sebesar US$ 55 juta adalah tidak cukup."Kita akan membayar secara keseluruhan pekerja Otoritas Palestina, meskipun kita menghadapi krisis kas," tukasnya.Haniyeh menyampaikan hal tersebut dalam sidang kabinet yang pertama, Rabu 5 April. Para anggota kabinet harus berusaha memenuhi US$ 10 juta, setelah komunitas internasional diminta untuk tidak memberikan bantuan kepada Hamas karena tidak mengakui Israel dan tidak meninggalkan cara-cara kekerasan.Meski demikian, Haniyeh mengklaim akan mendapatkan bantuan dari negara-negara Arab dan Islam, agar dapat memenuhi pembayaran gaji bagi para pekerjanya. Dalam waktu dekat, beberapa menteri Palestina akan melakukan tur guna mendapatkan bantuan dana tersebut. (fjr/)


Berita Terkait