Terjadi Lagi, Bocah di Makassar Diculik Lalu Ditukar Beras

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:30 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi penculikan anak. (Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Makassar -

Kasus penculikan anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kemudian ditukar dengan beras kembali terjadi. Peristiwa ini menimpa seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, sementara pelaku masih diselidiki.

"Sebenarnya bukan kasus penculikan, tapi modus untuk melakukan penipuan," ucap Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando kepada detikcom, Rabu (8/9/2021).

Lando mengatakan peristiwa penculikan lalu ditukar dengan beras tersebut terjadi di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Selasa (7/9). Modusnya disebut mirip dengan sejumlah kasus serupa sebelumnya, yakni pelaku berpura-pura membeli beras, lalu mengaku lupa membawa uang.

"Anak kecilnya ditukar dengan beras," kata Lando.

Menurut Lando, pelaku menitipkan bocah yang diculik ke pemilik warung sebagai jaminan karena modus seperti ini membuat pemilik warung mudah percaya.

"Karena kalau membawa anak kecil dan dititip di penjual, maka akan dipercaya oleh penjual barang," ungkap Lando.

Lando belum mengungkap lebih jauh soal pelaku penculikan. Tapi dia menyebut korban penculikan saat ini sudah kembali ke pangkuan orang tuanya

"Anak tersebut sudah dikembalikan ke orang tuanya," pungkas Lando.

Kasus Penculikan Ditukar Barang di Toko Kelontong Pernah Terjadi di Makassar

Dicatat detikcom, kasus penculikan dengan modus seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Kasus serupa juga terjadi pada Jumat, 12 Desember 2020, di Kecamatan Manggala, Makassar.

Saat itu, bocah berusia 7 tahun, AG, diculik oleh orang tak dikenal berjumlah tiga orang lalu ditukar dengan tabung gas 3 kilogram pada sebuah toko kelontong di Jalan Pongtiku, Makassar. Saat itu korban sempat ragu ikut karena tidak kenal dengan pelaku.

"Tapi karena diiming-imingi uang Rp 10 ribu sama diajak beli gorengan, korban akhirnya termakan bujuk rayu pelaku" tutur Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsul, Senin (28/12/2020).

Beberapa bulan sebelumnya, kasus serupa juga menimpa bocah AA (8), yang ditukar dengan tabung gas 3 kilogram, juga terjadi di wilayah Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Juli 2020.

Insiden tersebut bermula saat bocah AA sedang bermain di dekat pos ronda di dekat rumahnya di wilayah Kecamatan Manggala, Makassar, sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itulah pelaku tiba-tiba datang membawa AA pergi.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap AA dibawa ke sebuah warung. Pelaku kemudian berpura-pura membeli tabung gas 3 kilogram serta menitip korban karena alasan lupa membawa uang.

Namun pelaku tak kembali hingga pemilik warung melaporkan kejadian itu ke polisi setempat.

Lihat juga video 'Cerita Kekuatan Batin Ibu di Balik Kasus Bocah Diculik Pemulung':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)