Tinjau Vaksinasi di Kalbar, Kapolri Ingatkan Prokes Ketat-Akselerasi Vaksinasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 14:39 WIB
Kapolri meninjau serbuan vaksinasi di wilayah Kalbar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi di Kalbar. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung serbuan vaksinasi di wilayah Kalimantan Barat. Di dua lokasi ini, Kapolri menekankan pentingnya penguatan protokol kesehatan (prokes) dan percepatan vaksinasi.

Serbuan vaksinasi ini digelar di dua tempat, yaitu di Ayani Mega Mall dan SMAN 1 Pontianak, Rabu (8/9/2021). Di lokasi, Sigit menyampaikan pemerintah terus berupaya menekan laju pertumbuhan COVID-19, di antaranya lewat penerapan PPKM level 1 hingga 4.

Sigit mengingatkan, beberapa wilayah di Kalbar yang level PPKM-nya telah turun harus tetap diimbangi dengan penguatan prokes yang ketat. Sebab, turunnya level PPKM pasti diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Kami memantau di wilayah Kalbar saat ini ada 10 wilayah yang masuk PPKM level 3 dan empat wilayah level 2, sehingga tentunya diimbangi adanya kelonggaran aktivitas masyarakat. Tentunya dengan kelonggaran tersebut, ada potensi akan meningkatkan laju pertumbuhan COVID sehingga mau tak mau strategi yang dilaksanakan bagaimana menguatkan prokes," kata Sigit dalam keterangan resminya, Rabu (8/9/2021).

Kapolri meninjau serbuan vaksinasi di wilayah KalbarKapolri berdialog dengan pelajar (Foto: dok. Istimewa)

Mantan Kabareskrim ini juga bicara pentingnya upaya mempercepat vaksinasi. Dengan begitu, masyarakat mendapat kekebalan dari serangan virus Corona. Sigit menyebut vaksinasi merupakan kunci dalam pengendalian COVID sekaligus modal dasar dalam hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Karena itu, Sigit meminta jajaran Forkopimda Kalimantan Barat lebih aktif mengupayakan percepatan vaksinasi.

"Nanti kami komunikasikan agar kiriman dan distribusi vaksin ke Kalbar akan ditingkatkan sehingga pencapaian persentase yang saat ini berada di angka 19 persen bisa meningkat dan sama capaian yang dilaksanakan secara nasional," tekan mantan Kapolda Banten ini.

Terkait peninjauannya di SMAN 1 Pontianak, Kapolri menyebut penguatan vaksinasi akan memperkuat kesiapan dari proses kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini tentunya harus dibarengi dengan penerapan prokes yang sangat disiplin atau ketat.

"Vaksinasi pelajar diharapkan dapat memperkuat kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan menjadikan vaksin sebagai persyaratan bagi pelajar, guru, maupun perangkat sekolah. Vaksinasi di lokasi pendidikan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi sentra vaksinasi bagi orang tua murid maupun warga sekitar sebagai upaya akselerasi vaksinasi sehingga segera mencapai target capaian," paparnya.

Tidak lupa dalam kesempatan itu, Kapolri mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi prokes meski telah mendapat suntikan vaksin. Dia juga mengimbau agar semua men-download aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya pemantauan setiap kegiatan masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan pentingnya penerapan prokes ketatKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan pentingnya penerapan prokes ketat. (Foto: dok. Istimewa)

Serbuan vaksinasi di Ayani Mega Mall sendiri menargetkan 1.600 masyarakat, sementara di SMAN 1 Pontianak ditargetkan ada 1.100 pelajar mendapat dosis vaksin.

Kapolri menjelaskan, berdasarkan data dari Kemenkes RI pada 7 September 2021 pukul 18.00 WIB, capaian vaksinasi nasional adalah 33,04 persen dosis I dan 18,94 persen dosis II, dengan total sasaran vaksinasi sebanyak 208,3 juta orang. Sedangkan capaian vaksinasi Provinsi Kalimantan Barat adalah 19,20 persen dosis I dan 11,58 persen dosis II dengan total sasaran sebanyak 3,8 juta orang.

"Melihat capaian tersebut, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, mari bersama berbondong-bondong meluangkan waktu untuk melaksanakan program vaksinasi di tempat-tempat yang telah disediakan agar kekebalan komunal dapat segera terwujud," ucap Sigit.

(hri/fjp)