Sentilan Muhammadiyah ke Menteri Elitis di Tengah Isu Liar Reshuffle

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 12:57 WIB
menteri jokowi, menteri, kabinet, pelantikan menteri
Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju (BPMI Setpres)
Jakarta -

Relawan Jokowi Mania (JoMan) mengembuskan isu liar reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)-WakiL Presiden Ma'ruf Amin digelar September atau awal Oktober. Baru-baru ini, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyentil menteri yang elitis.

Perihal isu reshuffle kabinet akhir September disampaikan Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, yang mengaku mendapat informasi berupa 'sinyal kuat'. Dia menyebut ada 4 menteri yang bakal terkena reshuffle.

"Selambat-lambatnya awal Oktober," kata Noel, Selasa (7/9/2021).

Di tengah panasnya embusan isu dari JoMan, hari ini, Rabu (8/9/2021), Abdul Mu'ti membuat cuitan yang isinya menyentil menteri tidak prorakyat. Mu'ti menyebut sikap pembantu Jokowi ini berbeda dengan sang kepala negara.

Relawan Ahok dari komunitas Batman Immanuel EbenezerImmanuel Ebenezer (Ari Saputra)

"Pak Jokowi adalah presiden yang merakyat, peduli kepada rakyat dan kaum alit," tulis Mu'ti. Mu'ti telah mengizinkan cuitannya untuk dikutip.

Sikap Jokowi itu, kata Mu'ti, justru berbanding terbalik dengan sebagian menterinya. Mu'ti menyebut sebagian menteri Jokowi terkesan bersikap elitis.

"Tetapi, sebagian menterinya justru elitis, sikap dan kebijakannya jauh dan menjauhkan diri dari rakyat. Eman-eman," ujar Mu'ti.

Isu liar reshuffle akhir September dan sikap Mu'ti menyoroti menteri elitis ini bisa jadi hanya kebetulan belaka.

Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti,Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Ari Saputra/detikcom)

Namun isu reshuffle ini berembus lagi setelah PAN, partai yang diasosiasikan dengan Muhammadiyah, bergabung ke koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi). PAN masuk ke koalisi Jokowi setelah Ketum PAN Zulkifli Hasan diundang ke Istana bersama petinggi partai pro-Jokowi lainnya pada Rabu (25 Agustus 2021).

Meski demikian, Zulhas, sapaan Zulkifli, menegaskan tidak ada pembahasan mengenai amandemen UUD 1945 dan kursi menteri atau reshuffle saat dia bertemu dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Tidak ada yang bahas itu," kata Zulhas Hasan saat diwawancarai setelah bertakziah ke rumah salah seorang stafnya di Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Sabtu (28/8).

Zulhas menjelaskan, saat bertemu dengan Jokowi, dia mengaku diundang untuk berbicara mengenai persoalan yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia, mulai pandemi COVID-19 hingga isu Jakarta yang akan tenggelam.

Simak juga 'Ketum PAN Tepis Bahas Koalisi-Reshuffle Kabinet saat Ketemu Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)