Diduga KPK Salah Ketik, Analis BI Ini yang Punya Harta Minus Rp 1,7 T

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 08:05 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK menduga sejumlah pejabat salah meng-input data ketika mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Akibatnya, ada sejumlah keanehan di data LHKPN pejabat itu.

Salah satunya data LHKPN Analis SDM Senior Bank Indonesia, Nurbani Legisari. Berdasarkan penelusuran detikcom dari situs LHKPN KPK, Rabu (8/9/2021), Nurbani memiliki harta minus Rp 1,7 triliun.

Nurbani tercatat menyetorkan LHKPN pada 19 Maret 2021. Harta itu merupakan harta pada 2020.

Daftar kekayaannya ialah tanah dan bangunan senilai Rp 1.950.000.000 (miliar). Dia juga memiliki alat transportasi, yaitu mobil Honda HR-V Tahun 2019 senilai Rp 268 juta.

Kemudian dia memiliki harta bergerak lainnya Rp 221.400.000, sedangkan kas dan setara kas yang dimiliki Nurbani totalnya Rp 2.417.000.000 (miliar). Subtotal dia memiliki kekayaan Rp 4.856.400.000 (miliar).

Namun di sini tercatat Nurbani memiliki utang senilai Rp 1.764.681.967.370 (triliun), jika total kekayaan dan utang dijumlah itu jadinya total harta kekayaan Nurbani minus, yaitu Rp -1.759.825.567.370 (triliun), karena besar utang dibanding kekayaanya.

Jika kita melihat data LHKPN Nurbani sebelumnya, LHKPN Nurbani tidak pernah minus seperti LHKPN 2020 ini.

Berikut ini rinciannya:

- Tahun 2019

Nurbani memiliki tanah dan bangunan totalnya Rp 1.718.768.000 (miliar), alat transportasi dan mesin senilai Rp 280 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki ada Rp 221,4 juta, kas dan setara kas yang dimiliki ada Rp 751.174.000. Nurbani tercatat tidak memiliki harta lainnya.

Total kekayaan tahun 2019 Rp 2.971.342.000 (miliar), utang yang dimiliki Nurbani Rp 1.986.190.164 (miliar), sehingga total harta kekayaannya saat itu Rp 985.151.836

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Harta Kekayaan Milik MPR hingga DPR, Tertinggi Capai Rp 8 T':

[Gambas:Video 20detik]