Kunker ke Jepang, Menhub Bahas Pembangunan MRT hingga Pelabuhan Patimban

Syahputra Eqqi - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 21:52 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bertemu dengan sejumlah pihak dari Jepang baik dari pemerintah maupun nonpemerintah untuk membahas sejumlah pembangunan infrastruktur transportasi, yakni MRT Fase 2, KA Makassar-Parepare, Pelabuhan Patimban, dan Proving Ground BPLJSKB Bekasi.

Lebih lanjut, MRT Jakarta merupakan proyek kerja sama Infrastruktur kereta api yang monumental yang memberikan arti bagi hubungan Indonesia dan Jepang. Untuk itu, terkait pembangunan MRT fase 2, Pemerintah Jepang juga akan mendorong pihak terkait untuk dapat mempercepat proses lelang sehingga proyek dapat segera direalisasikan tepat waktu.

Tidak hanya MRT, Budi juga menegaskan Pemerintah Jepang menyatakan dukungannya terhadap upaya percepatan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur transportasi kerja sama Indonesia dan Jepang. Budi juga sangat mensyukuri adanya hubungan bilateral kedua negara yang saling menguntungkan.

"Saya sangat mengapresiasi hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang selama ini, khususnya di bidang transportasi. Apalagi baru saja kita peringati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (7/9/2021).

Dalam konferensi pers Kunjungan Kerja Menhub Ke Tokyo, Jepang, Selasa (7/9/2021) hari ini, Budi mengatakan investasi yang ditanamkan pihak Jepang di Indonesia telah berhasil menciptakan berbagai nilai tambah bagi Indonesia, termasuk terciptanya lapangan kerja yang luas.

"Kami terus melobi pihak Jepang agar penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau kandungan lokal pada setiap kerja sama yang dilakukan semakin meningkat," jelas Budi.

Sementara itu, terkait proyek KPBU Proving Ground di Balai Pengujian Laik Jalan Dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, pihak Jepang memberikan respons dan antusiasme yang baik terhadap proyek ini. Hal Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun fasilitas ini. Dengan adanya fasilitas ini, Indonesia nantinya bisa melakukan ekspor kendaraan tanpa melakukan uji tipe di luar negeri.

Selain itu, mengenai Pelabuhan Patimban, Budi menyatakan pemerintah Jepang akan mendukung optimalisasi Pelabuhan Patimban dengan mengajak para perusahaan industri otomotif dan operator pelabuhan asal Jepang, untuk turut memanfaatkan Pelabuhan Patimban dan mendorong pihak Konsorsium untuk segera menyelesaikan kesepakatan membentuk joint venture (konsorsium). Hal ini menjadi bentuk dukungan terhadap operasional Pelabuhan Patimban sebagai bagian dari ekosistem industri otomotif di Indonesia.

Lebih lanjut, Pemerintah Jepang juga menyatakan dukungannya mencari peluang untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan melibatkan lebih banyak perusahaan Indonesia pada proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban tahap 1-2.

Selain membahas proyek yang sudah berlangsung, Budi juga menyampaikan undangan kepada pihak Jepang untuk bekerja sama pada lima proyek pelabuhan yang akan segera dibangun dan dikembangkan, yaitu pelabuhan New Ambon di Indonesia Timur untuk industri perikanan dan kargo, Pelabuhan New Palembang di Sumatera Selatan untuk industri oil dan gas serta batubara, Pelabuhan Natuna di ujung Laut China Selatan untuk industri perikanan, Pelabuhan Gorontalo di sulawesi Bagian Utara untuk industri pertanian, dan Pelabuhan Batam untuk mengintegrasikan seluruh layanan pelabuhan di wilayah Kepulauan Riau.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel yang juga Wakil Ketua Japan-Indonesia Association, turut memberikan dukungannya dalam kerja sama Indonesia dan Jepang dalam proyek infrastruktur transportasi. Ia menyampaikan kunjungan ini sangat penting karena pembahasan tidak hanya membahas proyek infrastruktur yang sedang dijalankan, namun juga membahas agar proyek investasi menjadi insentif bagi investor Jepang seperti di sektor manufaktur dan memberikan nilai tambah investasi yang besar bagi Indonesia.

Terakhir, Wakil Duta Besar RI di Jepang Tri Purnajaya menyambut baik kunjungan dari Menhub untuk mendukung kerja sama bilateral kedua negara dan dukungan strategis atas kemitraan Indonesia-Jepang. Ia menyampaikan Jepang merupakan negara yang menjadi salah satu mitra strategis terbesar bagi Indonesia dan mitra kedua terbesar di sektor perdagangan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Budi menemui sejumlah pihak Jepang yakni Penasehat Perdana Menteri Jepang Mr. Hiroto Izumi, Mantan Perdana Menteri Jepang Mr. Yasuo Fukuda, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang Mr AKABA Kazuyoshi, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Jepang Mr. Uto Takashi, Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Mr. Tadashi Maeda, dan pihak- pihak lain di luar pemerintahan yang terkait dengan kerja sama proyek Indonesia

(mul/mpr)