Dishub DKI Periksa Anggotanya yang Diduga Peras Sopir Rombongan Vaksinasi

Indra Komara - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 21:27 WIB
Ilustrasi pungli
Foto ilustrasi (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta -

Dishub DKI Jakarta tengah memeriksa dua anggotanya yang diduga melakukan pemerasan terhadap sopir bus. Dua petugas itu diduga meminta uang ke sopir bus secara paksa.

"Sudah di-BAP. Sudah dipanggil," ujar Wakadishub DKI, Chaidir, kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Chaidir mengatakan sementara ini pihaknya menjunjung asas praduga tidak bersalah. Dishub saat ini sedang mendalami kasus dugaan pemerasan itu. Jika terbukti melanggar, akan ada sanksi.

"Sanksi pertama, bila petugas tersebut PNS akan dibebastugaskan dari tugas lapangan, ditarik tidak lagi operasional di lapangan. Berarti mereka melanggar SOP sebagai petugas Dishub di jalan. Kita lagi mendalami, hasil BAP sementara sudah ada nanti kita kasih," paparnya.

Sebelumnya, informasi dugaan pemerasan itu disampaikan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan. Dia menyebut petugas Dishub DKI itu menyetop bus rombongan warga yang hendak menjalani vaksinasi di kawasan Jakarta Pusat.

"Pagi tadi warga berangkat dari Kampung Penas, Jakarta Timur. Tapi sial bus rombongan warga distop oleh beberapa petugas dishub Jakarta sekitar jam 09.08 WIB di depan ITC Cempaka Mas," ujar Tigor dalam keterangannya.

Tigor mengatakan bus itu disetop paksa oleh dua anggota Dishub DKI. Petugas itu diduga meminta uang ke sopir bus rombongan.

"Kedua petugas Dishub Jakarta itu bernama S Gunawan dan Heryanto yang memaksa meminta uang sebesar Rp 500.000," kata Tigor.

"Jika si sopir tidak memberi yang Rp 500.000 kepada petugas yang bernama S Gunawan dan Heryanto maka bus akan ditarik oleh Dishub Jakarta. Akhirnya kedua petugas memaksa dan sopir memberikan uang Rp 500.000 baru mereka pergi meninggalkan rombongan kami. Tadi si sopir menceritakan kejadiannya sampai menangis karena dipaksa dan diperas uangnya Rp 500.000," imbuhnya.

(idn/zap)