Ratusan Mahasiswa Unsri Demo Tolak SPP Naik 308%
Rabu, 05 Apr 2006 17:50 WIB
Palembang -
Sekitar 500 aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menolak rencana kenaikan SPP hingga 308%. Mereka pun mendatangi Gubernur dan DPRD Sumsel meminta dukungan. Para mahasiswa itu beraksi ke Kantor Gubernur Sumsel sekitar pukul 15.00, Rabu (5/4/2006) setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam dari kampus mereka di Inderalaya, Ogan Ilir, mengendarai bus kota. Para pengunjuk rasa yang rata-rata mahasiswa semester dua dan empat itu, membawa sejumlah pamflet dan spanduk yang isinya antara lain, "Tolak Kampus Kapitalis", "Tolak Kenaikan SPP", "Mana Janji Pemerintah Naikkan 20% Biaya Pendidikan". Koordinator aksi, Sonny Kurniawan, dalam orasinya menyatakan, saat ini perguruan tinggi tertua di Sumatera bagian selatan (Sumsel, Lampung, Jambi dan Bengkulu) yakni Universitas Sriwijaya berencana menaikan SPP hingga 308%. "Kami menolak rencana tersebut. Ini sama saja memeras mahasiswa. Bagaimana kami akan melanjutkan kuliah dengan biaya yang tinggi. Jadi, kami menolak," kata Sonny. Bila SPP itu naik, maka seorang mahasiswa akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 740 ribu per semester, yang sebelumnya hanya Rp 250 ribu per semester. Dana tersebut, kata Sonny, di luar biaya pengeluaran lain seperti sumbangan atau biaya pembelian buku. Selain rencana kenaikan SPP, mereka juga mempertanyakan pengolaan dana pendidikan di Unsri. "Selama ini soal keuangan pihak Rektorat tidak terbuka atau transparan. Coba lakukan audit, pasti akan hal yang mencurigakan. Perbaikan pengolaan yang sekarang ini, baru mengambil langkah-langkah lain seperti kenaikan SPP itu," kata Sonny. Sekitar pukul 16.00 WIB, para pengunjuk rasa menuju ke kantor DPRD Sumsel untuk menyampaikan aspirasi mereka.
(nrl/)










































