Panen Kritik, 6 Anggota DPR Tetap Nekat ke Australia

Panen Kritik, 6 Anggota DPR Tetap Nekat ke Australia

- detikNews
Rabu, 05 Apr 2006 17:47 WIB
Jakarta - Meski mendapat kritik dari koleganya, 6 anggota Komisi I DPR tetap nekat berangkat ke Australia. Sikap ini diambil karena pemerintah dinilai lemah dan tidak menggambarkan aspirasi masyarakat Indonesia."Kami ke sana bukan untuk minta penjelasan. Kami ke sana karena sikap Indonesia lemah, lembek bahkan takut memutus hubungan dengan Australia," kata Yuddy Chrisnandi dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (5/4/2006). Yuddy yang didampingi 5 rekannya yang lain menegaskan, tim delegasi sudah mengambil kesimpulan bahwa Australia berada di balik Gerakan Papua Merdeka. Kesimpulan itu diperoleh tim dari data-data yang berasal dari Mabes TNI, BIN dan pihak kepolisian. Karena itu, presiden dan jajarannya harus bersikap tegas."Ini jelas menyakiti bangsa Indonesia bahwa Australia memberi dukungan dan memfasilitasi Papua merdeka. Karenanya presiden harus menyuarakan ini," kata dia.Sementara Happy Bone Zulkarnaen menyatakan, mereka sudah memenuhi prosedur keberangkatan. Sejumlah persyaratan sudah dipenuhi. Antara lain disetujui Ketua DPR dan memiliki agenda yang jelas. Keberangkatan tim hanya tinggal menunggu konfirmasi dari pihak Australia. Karena itu saat ini terus dilakukan kontak oleh pihak Sekjen DPR RI dengan pihak Australia untuk mendapatkan kepastian keberangkatan tim ini.Jika pihak Australia tidak merespons rencana kunjungan ini dan tidak memberikan izin, kata dia, RI bisa melakukan hal yang sama untuk menolak kedatangan parlemen Australia ke Indonesia. Sebab hal itu menunjukkan Australia sudah tidak lagi bersahabat. Dan pemerintah bisa memutuskan hubungan diplomatik."Kalau mereka tidak ada respons kita bisa melakukan resiprokal karena kita negara berdaulat, tapi saya kita Australia akan menerima, karena Australia negara besar," ujarnya.Anggota tim lainnya, Ali Muchtar Ngabalin, meminta kepada seluruh anak bangsa untuk mendukung perjuangan anggota Komisi I ini. Karenanya ia meminta tidak ada suara sumbang terkait keberangkatan tim."Kalau ada suara-suara sumbang, apalagi informasi pembatalan, itu tidak benar. Tidak ada satu orang pun yang bisa menghalangi official delegation," kata Muchtar.Di Australia nanti, mereka rencananya akan bertemu WNI yang meminta suaka politik dan parlemen Australia.Sedangkan Effendi Simbolon, inisator delegasi ini, meminta kepada seluruh elemen bangsa agar tidak melemahkan motivasi tim untuk berangkat ke Australia. Tim ini semata-mata ingin membangun hubungan diplomasi yang belum digarap pemerintah. "Kalau ini kita biarkan, Papua akan lepas. Jangan lemahkan motivasi anak bangsa," katanya. (umi/)


Berita Terkait