Viral Pesan soal Biaya Tilang Terbaru-Instruksi Jebak Warga, Polri: Hoax!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 10:57 WIB
Poster
Ilustrasi Hoax di Medsos (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pesan berisi rincian biaya tilang terbaru di Indonesia, yang diklaim resmi dari Mabes Polri, viral di media sosial. Polri memastikan pesan berantai berisi rincian biaya tilang seperti yang viral di media sosial itu tidak benar alias hoax.

Dalam pesan tersebut ada 13 poin besaran biaya tilang berikut dengan kategori pelanggarannya. Pelanggaran dengan biaya paling besar seperti dalam pesan tersebut, yakni menggunakan handphone (HP)/SMS.

"BIAYA tilang terbaru di Indonesia. KAPOLRI BARU MANTAB," begitu tulisan di awal pesan tersebut, seperti dilihat detikcom, Selasa (7/9/2021).

Dalam pesan tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tidak meminta 'damai' jika terkena tilang. Sebab, bahwa polisi yang menawarkan 'damai' disebut sengaja memancing untuk menjebak warga.

Bahkan, dalam pesan itu, disebutkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan langsung kepada jajarannya untuk berusaha menjebak warga agar melakukan aksi suap. Jika berhasil, polisi tersebut akan mendapatkan bonus Rp 10 juta.

"Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa 'Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun'," demikian tulisan dalam pesan tersebut.

Polri pun telah dimintai konfirmasi perihal pesan soal biaya tilang terbaru tersebut. Kakorlantas Polri Irjen Istiono memastikan pesan dimaksud tidak benar.

"Hoax," ucap Istiono singkat saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/9).

Isi pesan berantai dimaksud ada di halaman berikutnya.

Simak juga 'Pemkab Gorontalo Tindak Tegas Penyebar Hoax Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]