Crowd Free Night Weekend di Sudirman hingga Kemang Dibagi 2 Sesi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 05:43 WIB
Suasana malam jalan yang terlihat sepi di  kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (12/5/2021) malam. Polda Metro Jaya memberlakukan crowd free night untuk mencegah kerumunan takbir keliling di malam Idul Fitri 1442 yang berlaku mulai pukul 22:00 malam ini  untuk mencegah penularan COVID-19.  ANTARA FOTO/ Reno Esnir/hp.
Ilustrasi penyekatan jalan protokol crowd free night (Foto: ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta -

Polisi memberlakukan crowd free night di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan di Jakarta. Crowd free night diterapkan dalam dua sesi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan penerapan crowd free night ini dilaksanakan sekaligus untuk membatasi mobilitas masyarakat di masa PPKM level 3, selain dari aturan ganjil genap yang sudah diterapkan sejak sepekan lalu.

"Oleh sebab itu maka pembatasan mobilitas baik dengan metode ganjil-genap, maupun kita tambah dengan crowd free night itu tetap akan kita laksanakan, paling tidak sampai dengan seminggu ke depan," kata Sambodo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/9/2021).

Menurut Sambodo, crowd free night sudah diberlakukan sejak pekan lalu. Crowd free night dilaksanakan di 4 titik pada malam hari setiap weekend dan libur tanggal merah.

"Malam Sabtu, malam Minggu dan malam libur di 4 kawasan yaitu Jalan Sudirman-Thamrin, kemudian di Kemang, di Jalan SCBD dan Asia Afrika, jadi empat lokasi," katanya.


Filterisasi Selektif

Crowd free night dilaksanakan dengan dua sesi. Sesi pertama dilakukan filteriasi kendaraan secara selektif di 4 titik tadi.

"Pelaksanaannya kami bagi dua tahap, pertama dari pukul 22.00-24.00 WIB itu kita sebut dengan filterisasi selektif," katanya.

Filterisasi selektif artinya, polisi menyeleksi kendaraan yang boleh melintas dan tidak boleh melintas di 4 titik tadi.

"Artinya kita masih memperbolehkan arus lalu lintas melintas, namun kalau ada komunitas-komunitas geng motor yang menggunakan knalpot bising atau yang berpotensi kerumunan itu akan kita larang," tuturnya.

Baca di halaman selanjutnya: filterisasi ketat

Simak video 'PPKM Diperpanjang: 20 Tempat Wisata Buka, Makan Boleh Sejam':

[Gambas:Video 20detik]