Megawati Peringatkan SBY

Megawati Peringatkan SBY

- detikNews
Rabu, 05 Apr 2006 15:56 WIB
Solo - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri merasa perlu memperingatkan kepada para pemimpin saat ini agar tidak mengambil langkah-langkah emosional dalam menyikapi hubungan antar-negara. Indonesia, kata dia, harus belajar dari kesalahan masa lalu ketika memutus hubungan dengan RRC. "Seorang pemimpin harus negarawan. Sekarang ini memang banyak yang mendorong-dorong, termasuk dorongan dari media massa, agar Indonesia memutuskan hubungan dengan negara lain," kata Megawati kepada wartawan di sela-sela kunjungan pribadinya ke Istana Mangkunegaran Solo, Rabu (5/4/2006). Menurut dia, di masa lalu Indonesia pernah melakukan kesalahan yang cukup besar ketika secara emosional memutuskan hubungan dengan RRC. Di belakangan hari banyak negara menghadapkan wajah ke RRC melihat potensi besar sangat strategis yang dimiliki negara tirai bambu tersebut."Kita harus melihat persoalan secara objektif. Pertanyaan saya, apa jadinya kita kalau beberapa waktu yang lalu tidak menyambungkan kembali, menormalisasi hubungan dengan RRC. Belajar dari pengalaman masa lalu itu perlu dilakukan sebagai landasan objektif," papar Mega. Namun demikian Megawati menolak memberikan penilaian apakah langkah Pemerintahan SBY sudah memadai dalam menyikapi tindakan Australia memberikan suaka sementara bagi puluhan warga Papua. "Kalau soal itu ya jangan tanya saya. Tanya saja kepada pemerintahnya," kilahnya. Namun sebelumnya dia mengatakan pemerintahan SBY sering terlalu reaktif, gampang melakukan reaksi terhadap desakan dan tuntutan dan cenderung mengabaikan DPR sebagai representasi perwakilan rakyat. "Karena itulah PDI Perjuangan memilih menjadi opisisi. Itu juga kalau kita masih sepakat untuk menjalankan demokrasi," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads