Wapres Janji Kaji Revisi UU Naker

Wapres Janji Kaji Revisi UU Naker

- detikNews
Rabu, 05 Apr 2006 15:32 WIB
Jakarta - Pemerintah lagi-lagi hanya menjawab tuntutan massa buruh dengan "angin surga". Kepada perwakilan pengunjuk rasa yang diterimanya, Wapres Jusuf Kalla (JK) berjanji akan mempelajari dan mengkaji lebih mendalam materi dalam rancangan revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan sebelum diajukan ke DPR-RI. "Wapres juga akan mendorong Menaker agar duduk bersama dalam rangka menciptakan suasana kondusif bagi dunia usaha. Bagaimana bentuknya nanti akan dibicarakan secara tripartit (pemerintah, pengusaha dan pekerja)," kata Ketua Konfederasi SPSI Bekasi, R. Abdullah. Hak tersebut merupakan hasil dialognya langsung dengan Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (5/4/2006). Ia diterima Kalla bersama sembilan orang rekannya yang masing-masing mewakili konfederasi SPSI dari Jabar, Jateng, Jatim, DKI, dan Banten. Menurut Abdullah dalam dialog yang berlangsung selama lebih dari satu jam tersebut, pihaknya mempertanyakan kesungguhan pemerintah meningkatkan kesejahteraan para pekerja terkait rencana revisi UU No 13/2003. Sebab dari 71 pasal yang direvisi dan empat pasal tambahan, tidak ada satu pun yang mencerminkan hal itu. Bahkan semakin menurunkan kualitas perlindungan bagi tenaga kerja. "Ini yang kami khawatirkan. Jangan sampai jadi terjadi perbudakan baru gara-gara revisi ini," ujarnya. Lempar BotolNamun demikian diakui, perwakilan pengunjuk rasa tidak bisa memaksa JK menyatakan menolak rencana revisi UU 13/2003. Janji dari Wapres untuk mengkaji ulang lebih mendalam dan optimal terpaksa diterima. Tapi tidak demikian penerimaan massa pengunjuk rasa. Sadar bahwa jawaban wapres tidak lebih "angin surga" yang sudah sering menyebabkan "masuk angin", mereka pun dongkol dibuatnya. Usai menerima pemaparan hasil dialog dari R. Abdullah, beberapa orang pengunjuk rasa melampiaskan kekesalan. Massa di bagian depan memukulkan spanduk ke atas gulungan pagar kawat berduri. Sementara yang di bagian melempar botol plastik minuman ke arah kantor Wapres. Bahkan ada yang sengaja diisi batu dan pecahan pot tanaman yang terbuat dari beton. Tidak sedikit yang mengenai Brimob dan Paspampres yang berjaga. Tapi suasana tetap kondusif. Massa pun langsung membubarkan diri. (nrl/)


Berita Terkait