Aksi 7 Tersangka Teroris di Semarang Direkonstruksi

Aksi 7 Tersangka Teroris di Semarang Direkonstruksi

- detikNews
Rabu, 05 Apr 2006 15:17 WIB
Semarang - Tujuh tersangka teroris yang ditahan di Polda Jateng dan terkait Bom Bali II dikeler ke Rumah Makan Padang "Selera", Jl Supriyadi Blok A-9, Semarang, Rabu (5/4/2006). Mereka diminta memraktekkan ulang perbuatannya.Ke-7 orang tersebut adalah Joko Ardianto alias Abu Sayaf, Joko Suroso, Ardi Wibowo, Aditya Triyoga, Wawan Supriyatin, Sri Puji Mulyo Siswanto, dan Heri Setya Rahmadi. Selama rekonstruksi, lokasi dijaga ketat aparat kepolisian.Meski ada 7 tersangka, yang terlihat dalam rekonstruksi itu hanya 4 orang. Mereka masih dalam keadaan diborgol. Ketiga orang yang tidak tampak dalam rekonstruksi tersebut adalah Wawan Supriyatin, Sri Puji Mulyo Siswanto, dan Heri Setya Rahmadi.Rekonstruksi itu dilakukan setelah kepolisian menyelesaikan BAP para tersangka teroris yang kemudian akan diserahkan kejaksaan. Untuk mengecek kebenaran BAP, kejaksaan meminta rekonstruksi untuk mencocokkan peran masing-masing tersangka.Meski rekonstruksi berlangsung terbuka, pihak kepolisian maupun kejaksaan yang hadir di lokasi tidak mau memberi keterangan. Direksrim Polda Jateng Kombes Zulkarnaen yang sempat menengok kejadian itu hanya berkomentar sedikit."Kan sudah lihat sendiri, ya begitu. Semuanya direkonstruksi, ada 7 orang," katanya singkat sebelum masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi.Rekonstruksi itu cukup menarik minat warga sekitar dan pengendara yang lewat. Puluhan polisi mengatur lalu lintas dan berjaga di luar police line agar rekonstruksi tak terganggu. Meski demikian, arus lalu lintas sekitar lokasi tetap saja tersendat.Dalam rekonstruksi itu, para tersangka terlihat dibawa naik turun dari lantai dua ke lantai satu di kios dimana Joko Suroso ditangkap itu. Mereka juga memperagakan sedang naik sepeda motor. Tak jelas, bagaimana sesungguhnya yang dilakukannya.Selain ke-7 tersangka tersebut, terdapat nama Subur (Sugiarto), Reno alias Tedi, dan Farhan. Ketiga orang ini diperankan oleh personel polisi. Nama-nama mereka ditulis di kertas dan digantungkan di leher. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads