Komisi XI DPR Putuskan Nasib 2 Calon BPK yang Tak Penuhi Syarat Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 12:58 WIB
Kompleks Parlemen Senayan diusulkan menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Hal itu pun memicu pro dan kontra di kalangan internal Parlemen.
Gedung DPR (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta -

Komisi XI DPR RI akan menggelar rapat internal terkait perkembangan proses pemilihan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Nasib dua calon anggota BPK yang tak memenuhi syarat formil, I Nyoman Suryadnyana dan Harry Z Soeratin, bakal diputuskan hari ini. Untuk diketahui, Fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait dua orang ini sudah keluar.

Selain membahas kedua calon tersebut, rapat akan membahas waktu pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) terhadap seluruh calon anggota BPK. Sejauh ini, diketahui ada 16 calon Anggota BPK.

"Proses (FnP) akan dilaksanakan kalau tidak salah awal September, mungkin pekan kedua September sudah bisa dilaksanakan," jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara seperti dikutip Senin (6/9/2021).

Dia menyebut, fatwa MA terkait pencalonan Nyoman Adhi Suryadnyana dan Harry Z Soeratin merupakan wilayah hukum. Permintaan Fatwa MA, apabila sudah diserahkan jawabannya ke DPR, balik menjadi ranah politik. Karena itu, fraksi-fraksi di DPR memiliki persepsi yang berbeda satu sama lain. Meski demikian, Amir Uskara menekankan bahwa Fatwa MA sebenarnya sudah secara tegas berbicara mengenai Undang-Undang yang mengatur proses seleksi calon anggota BPK RI.

"Fatwa MA itu wilayah hukum, sedangkan kalau DPR ini kan masuknya ranah politik, jadi tentu bisa ada persepsi yang berbeda," ujarnya.

Dia mengungkapkan, Komisi XI DPR sudah melaksanakan seluruh tahapan dalam proses seleksi calon anggota BPK. Dari tahap awal, yaitu proses administrasi calon sampai tahap faktual yang belakangan memunculkan perbedaan pendapat. Pembicaraan di tingkat internal Komisi Keuangan DPR diharapkan menemukan solusi terbaik untuk disepakati bersama-sama.

"Kami jadwalkan segera. Kalau dari Fraksi PPP terkait seleksi BPK RI kami akan mengikuti alur yang ada dan akan mengikuti kesepakatan yang ada di komisi. Maka kita tunggu dulu dari internal komisi seperti apa," kata dia.

Sementara itu, pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyatakan tidak ada alasan lagi bagi Komisi XI DPR RI untuk tidak mencoret pencalonan I Nyoman Suryadnyana dan Harry Z Soeratin.

"Kurang apa lagi? Sejak awal publik juga sudah mengingatkan soal dua calon yang seharusnya dicoret karena tidak memenuhi syarat formil. Sesuai aturan tidak memenuhi syarat, publik juga sudah mengingatkan berkali-kali," katanya.

Simak juga 'DPR Absen, Sidang Gugatan MAKI soal Hasil Seleksi Anggota BPK Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)