Buruh Rusak Halte, Papan Petunjuk, dan Pepohonan Balaikota

Buruh Rusak Halte, Papan Petunjuk, dan Pepohonan Balaikota

- detikNews
Rabu, 05 Apr 2006 14:22 WIB
Jakarta - Tak sabar menunggu 12 rekannya bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, para buruh membuat 'kerajinan tangan' di kawasan Balaikota DKI Jakarta yang bertetangga dengan kantor Kalla, Rabu (5/4/2006). Aneka fasilitas publik berantakan.Fasilitas publik yang dirusak massa penolak revisi UU Ketenagakerjaan yang jumlahnya sedikitnya 20 ribuan orang itu misalnya atap halte Balaikota, papan petunjuk lalu lintas, dan pepohonan. Mulai pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi, hingga tanaman penghias jalan.Lampu-lampu penerang jalan juga dipecahi. Lalu semuanya dilempar-lemparkan ke halaman Balaikota, tempat Gubernur Sutiyoso berkantor. Tak cuma beling-beling lampu saja yang dilemparkan. Mereka juga membuang kayu-kayu, botol bekas air minum, dan bebatuan ke halaman Balaikota. Mereka juga merobohkan ruas pagar Balaikota yang lain.Para pegawai yang berkantor di Balaikota -- termasuk wartawan yang biasa liputan di situ -- tidak ada yang berani keluar ruangan ke halaman. Mereka takut jadi korban timpukan dan lebih memilih berada di dalam ruangan. "Wah, menyeramkan," kata seorang pegawai Balaikota sambil mengelus dadanya.Karena banyaknya timpukan yang ditujukan ke halaman Balaikota, akhirnya kendaraan dinas Sutiyoso pun diungsikan ke tempat yang lebih aman.Massa buruh juga melempar bom molotov dan membakar ban-ban bekas. Pimpinan aksi sebenarnya melarang aksi anarkisme itu. Tapi rupanya larangan mereka tidak mempan.Hanya ada sepuluh petugas Pamong Praja yang berjaga-jaga. Mereka tidak kuasa menahan histeria massa. Sedangkan ratusan hingga ribuan polisi terkonsentrasi di Istana Wapres. Kantor Bang Yos luput dari penjagaan.Hingga pukul 14.15 WIB, aksi itu masih berlangsung. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait