PPP Dorong Istilah Disabilitas Diubah Difabilitas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 10:06 WIB
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa (PPP)
Jakarta -

PPP mendorong istilah disabilitas diubah menjadi difabilitas. Ada sejumlah alasan PPP mendorong diubahnya istilah disabilitas menjadi difabilitas.

Hal ini disampaikan PPP dalam pertanyaan publik atas nama Ketum PPP Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arawani Thomafi, Senin (6/9/2021). Desakan PPP ini berawal dari apresiasi terhadap prestasi atlet-atlet difabel Indonesia dalam Tokyo 2020 Paralympic Games yang baru saja berlalu.

"Partai Persatuan Pembangunan mengajak dan mendesak semua pemangku kepentingan dalam bernegara dan berbangsa untuk menegaskan komitmen berempati, memihak, membela dan memperjuangkan tegaknya hak-hak para penyandang difabilitas di Indonesia. Untuk itu PPP mengambil inisiatif untuk berikhtiar seoptimal mungkin menjadi 'Partai Politik Ramah Difabel'," tulisan PPP dalam pernyataannya.

Oleh sebab itu, PPP mendesak diubah istilah disabilitas menjadi difabilitas. Perubahan istilah ini, menurut PPP, harus dibakukan dalam kaidah bahasa Indonesia.

"PPP juga berinisiatif mengajak dan mendesak semua pemangku kepentingan dalam bernegara dan berbangsa untuk mengubah istilah 'Disabilitas' (beserta segenap turunan-katanya) menjadi 'Difabilitas' (beserta segenap turunan-katanya). Perubahan ini harus kita resmikan sebagai kaidah resmi penggunaan Bahasa Indonesia," ujar PPP.

"Sebagai konsekuensinya, perubahan juga semestinya dilakukan terhadap berbagai produk hukum dan perundangan-undangan yang saat ini ada, sesuai dengan prosedur dan tata cara yang diatur dan dimungkinkan. Selanjutnya, dalam semua produk peraturan perundangan-undangan kita hari ini dan ke depan, kita harus senantiasa menggunakan istilah 'Difabilitas' (beserta segenap turunan-katanya)," sambungnya.

PPP menilai bahwa istilah 'disabilitas' sudah tidak tepat lagi digunakan karena merujuk pada 'ketiadaan kemampuan' atau disability. Menurut PPP, sudah selayaknya mulai sekarang mengubahnya menjadi 'difabilitas', yang merujuk pada 'perbedaan kemampuan' atau different ability.

"Kalangan difabilitas bukanlah warga yang tak memiliki kemampuan. Mereka sungguh berkemampuan, mengatasi segenap keterbatasannya. Mereka memiliki 'kemampuan yang berbeda' dan 'luar biasa'," imbuhnya.

Para atlet Indonesia dalam Tokyo 2020 Paralympic Games, menurut PPP, sepatutnya menginspirasi seluruh masyarakat untuk semakin memuliakan kalangan difabilitas dengan segenap kemampuan luar biasa mereka yang berbeda itu.

Simak juga 'Kerennya Karya Gadis Disabilitas di Sukabumi yang Jago Gambar':

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/gbr)