Harap-harap Cemas Guru di Bekasi Usai Sekolah Tatap Muka Dimulai

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 09:32 WIB
Sekolah tatap muka di SDN Kota Baru II Kota Bekasi (Isal Mawardi/detikcom
Foto: Sekolah tatap muka di SDN Kota Baru II Kota Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Ratusan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bekasi, Jawa Barat, mulai menggelar belajar tatap muka di sekolah pagi ini. Para guru berharap tak ada klaster Corona di sekolah.

Pantauan detikcom di SDN Harapan Jaya VII dan VIII, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (6/9/2021) pukul 08.55 WIB, tampak sejumlah murid sudah berada di dalam kelas.

Setiap bangku dan meja hanya diisi 1 murid. Setiap bangku berjarak sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Seluruh murid terlihat memakai masker. Tidak ada orang tua murid yang berada di lingkungan sekolah. Sejumlah wastafel tersedia di berbagai sudut sekolah.

"Harapannya semoga tetap muka yang saat ini diuji coba selama 2 bulan berlangsung dengan baik tidak ada kendala yang berarti dalam arti tidak ada penyebaran klaster baru," ujar Kepsek SDN Harapan Jaya VII, Nano Sugiono.

Nano mengatakan kapasitas kelas hanya 50 persen. Rombongan belajar tatap muka dibagi 2 dan diatur selang-seling per harinya.

Nano mengatakan pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari tempat cuci tangan dan pemeriksaan thermo gun. Para murid tidak diperkenankan makan dan berkerumun di sekolah.

"Alhamdulillah semua pengajar sudah tervaksinasi," kata Nano.

Kepsek SDN Harapan Jaya VIII, Saih, juga berharap pandemi cepat selesai. Dia menilai belajar daring lebih sulit dibanding belajar tatap muka.

"Harapan saya tetap muka kan bisa lebih baik dibanding pembelajaran jarak jauh karena pembelajaran jarak jauh itu masalah nilai yang ngambang, karena bukan hasil dia (murid), bisa jadi bantu oleh orang tuanya, dibantu oleh kakaknya dan tetangganya, kalau di sekolah kan hasil murid, ditambah di sekolah kan banyak orang bisa bersosialisasi. Saya harap pandemi cepat selesai," ujar Noah.

Noah menyebut pihaknya membagi kelas menjadi 2 rombongan belajar. Setiap rombongan belajar mendapat jatah 3 kali belajar tatap muka dalam seminggu.

Simak video 'Satu Hal Mendasar yang Disorot Eks Mendikbud Nuh soal PTM':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)