Mantap, Kepatuhan Prokes Masyarakat Indonesia Semakin Baik!

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 06:17 WIB
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Data Satgas COVID-19 menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan kian meningkat selama periode PPKM. Satgas COVID-19 mengimbau agar kondisi tersebut dapat dipertahankan meskipun angka COVID-19 sudah menurun.

Skor kepatuhan memakai masker dengan skala 1-10 meningkat dari 7,72 pada periode 3-17 Juli 2021) menjadi 7,88 di 20 Agustus-3 September 2021. Selanjutnya, skor kepatuhan menjaga jarak juga meningkat dari 7,53 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,75 pada periode 20 Agustus-3 September 2021. Sementara itu, skor kepatuhan mencuci tangan meningkat dari 7,64 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,86 pada periode 20 Agustus - 3 September 2021.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dr. Sonny Harry B. Harmadi menerangkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, Satgas Penanganan COVID-19 menerapkan 4 strategi utama. Pertama, kampanye masif dan membangun komunikasi risiko tentang pentingnya protokol kesehatan 3M, melalui berbagai media.

"Kampanye menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk materi edukasi berbasis seni budaya seperti wayang kulit, wayang golek, kesenian Minang, syair Melayu, dan sebagainya. Juga melalui lagu, komik, video, dan sebagainya," jelas Sonny dikutip dari laman satgascovid19.go.id, Senin (6/9/2021).

Strategi kedua, melalui penggerakan lapangan oleh para duta perubahan perilaku (DPP). Sonny mengulas, sejak 7 September 2020 hingga saat ini, jumlah DPP mencapai 116.550 orang yang tersebar di 34 provinsi dan 429 kabupaten/kota. Khusus selama periode 3 Juli-3 September 2021, jumlah DPP yang bergerak di lapangan mengedukasi masyarakat mencapai 20.340 orang di 32 provinsi dan 279 kabupaten/kota.

"Mereka mengedukasi secara langsung hampir 7 juta orang dan membagikan sekitar 2,5 juta masker," kata Sonny.

Ketiga, Satgas bersama BNPB menyelenggarakan program mobil masker untuk masyarakat. Sonny menyebut ada lebih dari 2 juta masker dibagikan di wilayah Jawa, Bali, dan Aceh.

Keempat, penguatan posko desa/kelurahan oleh hampir 10 ribu DPP untuk penguatan fungsi pencegahan di tingkat komunitas.

"Peningkatan kepatuhan prokes juga didukung oleh kerja keras TNI, Polri dan Satgas Daerah terutama melalui operasi yustisi untuk penegakan disiplin penerapan prokes masyarakat dan penguatan fungsi posko desa/kelurahan," ungkap Sonny.

Sonny menegaskan capaian positif tersebut harus terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Ia mengingatkan, meskipun kasus mulai melandai, masyarakat tidak boleh abai. Sebab, banyak contoh di negara lain kasus COVID-19 kembali naik saat kepatuhan prokes menurun.

"Bagaimanapun juga, penerapan prokes harus terus dilakukan sebagai sebuah adaptasi kebiasaan baru, sehingga secara bertahap kita dapat menurunkan status pandemi menjadi endemi, dan hidup berdampingan bersama COVID-19, namun dengan tingkat penularan yang rendah," imbau Sonny.

Simak video 'Turunnya Covid-19 di RI Bikin Heran Malaysia, 3T Masih Masif?':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)