Tanda Tanya dari Kasus Penganiayaan Maut Prada Candra

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 12:32 WIB
Seorang prajurit TNI AD, Prada Candra Gerson Kumaralo, tewas diduga akibat dianiaya. Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka (dok Dispenad)
Foto: Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka. (Dok. Dispenad)
Jakarta -

Penganiayaan yang menyebabkan Prada Candra Gerson Kumaralo meninggal dunia menyisakan tanda tanya. Masalah yang melatarbelakangi oknum TNI Yonif Raider 715 melakukan penganiayaan itu belum terungkap.

Dirangkum detikcom, Minggu (5/9/2021), kabar tewasnya Prada Candra awalnya ramai dibahas di media sosial. Keluarga personel Yonif Raider 715/MTL itu menuntut keadilan.

Untuk diketahui,Yonif Raider 715/MTL bermarkas di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Prada Candra bertugas di Yonif Raider 715/MTL sejak 2 April 2021.

Awalnya pihak keluarga di Manado Sulawesi Utara mendengar kabar Prada Candra sakit pada 18 Juli. Pihak keluarga hendak pergi dari Manado ke Gorontalo pada 19 Juli 2021.

Namun, pada pagi hari tersebut, mereka mendapat kabar Prada Candra sudah meninggal. Pihak keluarga lantas merasa janggal atas meninggalnya Prada Candra karena ditemukan luka memar di badannya.

Mereka memutuskan jasad Prada Candra untuk diautopsi pada 20 Juli. Setelah itu, mereka membuat postingan. Mereka mengadu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menuntut keadilan.

Simak juga 'Viral Oknum TNI di Siantar Hajar Lurah Hingga Babak Belur':

[Gambas:Video 20detik]