Dicuekin PLN, Korban SUTET Akan Gelar Seminar
Rabu, 05 Apr 2006 12:03 WIB
Jakarta - Kesal aksi mogok makannya tidak mendapat perhatian PLN, korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) akan menggelar seminar dengan mengundang banyak tokoh sebagai narasumber.Padahal aksi mogok makan hingga jahit mulut dilakukan sejak 27 Desember 2005. Namun tak sekalipun PLN melirik kondisi mereka maupun mengindahkan tuntutan mereka."Kita akan menggelar seminar nasional dan sarasehan 23 April nanti. Kita akan undang semua sumber ke sini," kata koordinator Solidaritas Advokasi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) Mustar Bonaventura.Hal ini disampaikan dia saat ditemui detikcom di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (5/4/2006).Menurut Mustar, para ahli akan diundang dalam kesempatan itu untuk mendiskusikan soal SUTET. Mereka yakni, pakar hukum, pakar kesehatan, budayawan, seluruh kampus di Jabotabek, tokoh-tokoh politik, anggota DPR, dan yang penting pula Komnas HAM."Ini untuk memberikan perlindungan terhadap korban SUTET atas diamnya PLN," ucapnya.Acara seminar SUTET ini akan dihadiri juga oleh para korban dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Mustar pun mengancam selesai acara tersebut, para korban akan pulang dan melakukan konsolidasi guna menggelar aksi yang lebih besar."Seminar ini adalah ajang konsolidasi. Satu bulan setelah acara kita akan demo besar-besaran di Pulau Jawa hingga dapat kepastian," tegasnya.Sementara saat ini ada seorang korban SUTET yang melakukan aksi mogok makan, dengan menjahit mulutnya. Dia adalah Maksum (27) yang berasal Desa Beber, Cirebon. Maksum menolak dibawa kerumah sakit untuk diperiksa tim medis, karena dia ingin terus mogok makan.
(ndr/)











































