Airlangga Cek Venue Pembukaan PON: Luar Biasa Fasilitasnya

Syahputra Eqqi - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 18:13 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan kunjungan di Provinsi Papua. Stadion Lukas Enembe menjadi tujuan kunjungan pertama Menko Airlangga yang terletak di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Stadion tersebut selesai dibangun pada pertengahan 2019 dan memiliki daya tampung lebih dari 40 ribu penonton.

Stadion yang sebelumnya bernama Stadion Papua Bangkit dan diubah menjadi Stadion Lukas Enembe setelah diresmikan pada 23 Oktober 2020 ini akan menjadi venue utama dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 pada Oktober 2021 nanti. Acara pembukaan dan penutupan gelaran olahraga tersebut juga akan diselenggarakan di stadion tersebut.

Stadion Lukas Enembe berada dalam satu komplek dengan gedung olahraga lainnya, seperti gedung indoor yang akan digunakan untuk pertandingan cabang olahraga basket dan voli, serta gedung akuatik untuk cabang olahraga renang, loncat indah, polo air, dan sebagainya. Stadion maupun gedung-gedung olahraga tersebut memiliki fasilitas-fasilitas berstandar internasional dengan kualitas tinggi. Bahkan Menko Airlangga sampai terkagum ketika berkeliling meninjau kesiapan komplek stadion tersebut.

"Luar biasa fasilitasnya," ujar Menko dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/31/2021)

Dalam cabang olahraga sepakbola, lapangan di Stadion Lukas Enembe telah memenuhi standar FIFA. Tidak jauh berbeda, lintasan atletik sintetis di stadion tersebut juga sudah disertifikasi kelas 1 sesuai standar Federasi Atletik Internasional (IAAF). Sementara untuk cabang olahraga renang, sarana dan prasarana di gedung akuatik sudah mendapatkan sertifikasi dari induk organisasi olahraga renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA), pada 27 Juni 2020 lalu.

Persiapan penyelenggaraan PON bulan depan, tentu tidak hanya melihat dari sarana dan prasarana saja. Menko Airlangga juga mengungkapkan dari sisi pencegahan penularan COVID-19 juga sama pentingnya. Hal itu didukung dengan penyediaan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) di beberapa kota penyelenggara PON XX, termasuk isoter di Kapal Pelni (KM Tidar), dan percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

Pelaksanaan protokol kesehatan nantinya juga harus dijalankan secara ketat. Setiap kontingen yang menjadi bagian dari ajang ini harus melakukan skrining atau tes COVID-19 terlebih dahulu sejak berada di wilayah asal, dan sebelum berangkat menuju tempat berlangsungnya PON.

Tidak hanya itu, para kontingen juga harus melakukan skrining kembali sambil melakukan karantina/isolasi di fasilitas yang disediakan panitia sesaat setibanya di lokasi penyelenggaraan PON. Selain itu, seluruh pihak yang terlibat dalam PON XX seperti atlet, pelatih, ofisial, tenaga pendukung, sampai masyarakat di sekitar venue, juga sudah harus divaksin

Oktober nanti, seluruh pihak yang terlibat ditargetkan sudah menerima dua dosis vaksin. Pelaksanaan prokes dalam PON XX Papua ini juga diadaptasi dari kesuksesan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang telah berakhir 8 Agustus 2021 lalu.

"Alhamdulillah Wali Kota Jayapura responsif terhadap keberadaan kapal (isoter). Isoter kapal ini akan ada sampai PON selesai. Untuk vaksinasi, targetnya di Kab/Kota Jayapura, Kab. Mimika, Kab. Merauke, dan Kab. Keerom (sebagai daerah penyangga) vaksinasinya minimal 70% yang dosis 1, dan dosis 2 menyesuaikan. Untuk jumlah penonton memang terbatas (sesuai arahan Presiden) dan hanya boleh bagi yang sudah divaksin. Jadi harus didorong masyarakat siap divaksin," ucap Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menuturkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan PON untuk Provinsi Papua.

"Dampak sebelum PON yaitu pada pembangunan (infrastruktur), dan setelah PON, tentu dari pemanfaatan venue (yang sudah dibangun), juga dampak dengan banyaknya atlet yang datang untuk bertanding," kata Airlangga.

Turut mendampingi Menko Perekonomian saat mengunjungi Stadion Lukas Enembe tersebut, yakni Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Juru Bicara Satgas Covid-19, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, serta Deputi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, serta Perwakilan Pejabat Provinsi Papua dan KONI Papua.

(prf/ega)