Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Rawatib, Tidak Diawali Adzan dan Iqomah

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 10:09 WIB
Sejumlah warga menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Usai diresmikan Kamis (7/1) oleh Presiden Joko Widodo.
Foto: Rifkianto Nugroho/Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Rawatib, Tidak Diawali Adzan. dan Iqomah
Jakarta -

Cara mengerjakan sholat sunnah rawatib sebetulnya sama dengan sholat fardhu dan sunnah lainnya. Namun ada beberapa aturan yang harus diperhatikan, misal tidak diawali adzan dan iqomah.

Sebagai amalan yang dihisab pertama, tiap muslim disarankan rajin sholat sunnah rawatib dan ibadah serupa lainnya. Amalan sholat sunnah akan melengkapi sholat wajib seperti dijelaskan pada hadits berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللهُ عَنْهُ - ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ - عَزَّ وَجَلَّ - : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ

Artinya: Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW mengatakan, "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta'ala berfirman, 'Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.' Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya." (HR Tirmidzi).

Keutamaan sholat sunnah rawatib juga dijelaskan dalam hadits yang diceritakan Ummu Habibah,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka'at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga." (HR Muslim).

Dikutip dari Kitab Lengkap Panduan Shalat, sholat sunnah rawatib adalah yang mengiringi sholat wajib lima waktu. Ada yang dikerjakan sebelum sholat fardu (qabliyah) dan setelahnya (ba'diyah).

"Sholat sunnah rawatib terbagi menjadi dua yaitu sholat sunnah rawatib muakkad yang sangat dianjurkan dan ghairu muakkad yang tidak terlalu dianjurkan," tulis buku karya Ust M Khalilurrahman Al-Mahfani MA dan Ust Abdurrahim Hamdi MA.

Sholat sunnah rawatib muakkad terdiri dari:

  • Dua rakaat sebelum sholat subuh
  • Dua atau empat rakaat sebelum sholat dzuhur
  • Dua atau empat rakaat sesudah sholat dzuhur
  • Dua rakaat sesudah sholat maghrib
  • Dua rakaat sesudah sholat isya.

Sholat sunnah rawatib ghairu muakkad adalah:

  • Dua atau empat rakaat sebelum sholat asar
  • Dua rakaat sebelum sholat maghrib
  • Dua rakaat sebelum sholat isya.

Cara mengerjakan sholat sunnah rawatib:

  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca surat pendek, dianjurkan surat Al Kafirun dan Al Ikhlas
  6. Ruku
  7. I'tidal
  8. Sujud pertama di rakaat kesatu
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua di rakaat kesatu
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca surat pendek yang diketahui
  14. Ruku
  15. I'tidal
  16. Sujud pertama di rakaat kedua
  17. Duduk diantara dua sujud
  18. Sujud kedua di rakaat kedua
  19. Tasyahud Akhir
  20. Salam.

Cara mengerjakan sholat sunnah rawatib berikutnya, bisa klik di sini