PKS: NIK-Sertifikat Vaksinasi Jokowi Saja Bocor, Apa Lagi Rakyat Biasa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 07:17 WIB

Mardani menyebut kondisi ini membuktikan Indonesia memerlukan aturan terkait perlidungan data pribadi. Dia menyebut migrasi data di era digital harus diikuti dengan penguatan keamanan digital.

"Kian perlu Perlindungan Data Pribadi. Migrasi ke era digital mesti diikuti dengan penguatan sekuriti digital, mesti diselidiki dengan seksama apa yang terjadi dan siapa pihak yang bertanggung jawab," tuturnya.

Duduk Perkara Tersebarnya NIK-Sertifikat Vaksinasi Jokowi

Pemerintah telah memberi penjelasan soal duduk perkara tersebarnya sertifikat vaksinasi Corona Presiden Jokowi. Sertifikat vaksinasi Jokowi itu disebut diperoleh dari fitur di PeduliLindungi.

"Akses pihak-pihak tertentu terhadap Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo dilakukan menggunakan fitur pemeriksaan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 yang tersedia pada Sistem PeduliLindungi," kata Menkominfo Johnny G Plate dalam keterangan bersama dari Kemenkes, Kominfo, dan BSSN yang diterima detikcom, Jumat (3/9).

Dia mengatakan fitur pengecekan sertifikat vaksinasi di PeduliLindungi telah diubah. Saat ini, ada lima parameter untuk mengecek sertifikat vaksinasi, yaitu nama, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis vaksin.

Johnny menyebut NIK serta tanggal vaksinasi Jokowi yang digunakan untuk mengecek sertifikat vaksinasi Jokowi tersebut bukan bocor dari sistem PeduliLindungi. Menurutnya, NIK dan tanggal vaksinasi tersebut diketahui dari situs KPU dan pemberitaan.

"Informasi terkait NIK dan tanggal vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk mengakses Sertifikat Vaksinasi COVID-19 tidak berasal dari Sistem PeduliLindungi. Informasi NIK Bapak Presiden Joko Widodo telah terlebih dahulu tersedia pada situs Komisi Pemilihan Umum. Informasi tanggal vaksinasi Bapak Presiden Joko Widodo dapat ditemukan dalam pemberitaan media massa," ujar Johnny.


(maa/haf)