Round-Up

Menguat Nama Jenderal Andika Perkasa di Bursa Panglima

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 06:53 WIB
Komisi I DPR menggelar rapat bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. KSAD Jenderal Andika Perkasa juga hadir dalam rapat tertutup tersebut.
Jenderal Andika Perkasa (Foto: ANDHIKA PRASETIA/detikcom)

Tak hanya Serda Aprilio, kakaknya Amasya Manganang juga mengalami kelainan yang sama, yakni hipospadia dan dibiayai pengobatannya hingga kini kembali ke jati dirinya sebagai laki-laki.

Andika juga mengungkap ke publik soal adanya pelanggaran dalam pengelolaan anggaran di fungsi-fungsi pendidikan dan latihan TNI AD. Dia mengancam akan memberikan ganjaran pada oknum-oknum, bahkan komandan-komandan satuan jika tak segera membereskan masalah tersebut.

"Apresiasi kepada KSAD, ini cara pandang jiwa korsa yang patut ditanamkan kepada seluruh prajuritnya, berani menghukum anggotanya yang salah. Apa pun bentuk hukumannya, biar itu percayakan dalam ranah TNI AD," ujar Anggota Komisi I Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, Jumat (6/8).

Setelah itu, Kodam Jaya mengumumkan ke publik upaya bersih-bersih di jajarannya dengan menjatuhkan sanksi kepada tiga perwira menengah Rindam Jaya. Ketiga perwira tersebut berpangkat mayor, letnan kolonel dan kolonel.

Kapendam Jaya, Kolonel Herwin BS menyebut ketiga perwira menengah disanksi karena mengetahui anak buahnya memotong hak-hak siswa didiknya. Sidang penjatuhan sanksi kepada ketiga pamen ini dipimpin langsung Pangdam Jaya, Mayjen Mulyo Aji.

Masih soal Andika, baru-baru ini keputusannya mengumumkan penghapusan tes keperawanan pada Komanda Wanita Angkatan Darat (Kowad) disambut baik oleh publik. Seperti diketahui, tes keperawanan sebagai syarat rekrutmen Kowad selama ini menuai polemik karena dianggap melanggar HAM, tak ada korelasi dengan tugas tentara serta diskriminatif terhadap kaum wanita.

"Menurut saya ini langkah maju. Agar fokus tidak ada lagi pemeriksaan di luar tujuan. Menurut saya sih gitu (ter keperawanan tidak relevan dengan tugas tentara). Yang penting seorang prajurit baik lelaki ataupun perempuan adalah keterampilan serta nilai akademik dan psikologi" kata Pengamat pertahanan dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayanig kepada wartawan, Selasa (10/8) malam.


(aud/isa)