Penanganan COVID Kota Semarang Dipuji, Walkot: Jangan Jadi Euforia!

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 19:05 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan di Kota Semarang dapat pujian dari berbagai pihak. Daerah lain bahkan didorong untuk bisa belajar dari Kota Semarang dalam menghadapi pandemi.

Dirinya juga mengapresiasi Kota Semarang yang mampu mengendalikan laju COVID-19 dengan meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Bahkan disebutkan upaya yang dilakukan di Kota Semarang telah mampu membuat 9 dari 10 orang memahami pentingnya menjauhi kerumunan.

Data tersebut sejalan dengan hasil pemantauan kepatuhan yang dilakukan oleh pemerintah pusat terkait perilaku masyarakat pada masa PPKM. dr. Reisa mengatakan kepatuhan masyarakat Kota Semarang dalam memakai masker tergolong cukup tinggi, yaitu berada pada angka 97%. Adapun dalam tingkat kepatuhan dalam menjaga jarak sendiri berada di angka 86%.

Data lain juga diungkapkan oleh Reisa, antara lain dari Google Community Report yang menunjukkan bahwa Kota Semarang juga sukses dalam menerapkan aturan Work From Home. Pasalnya dalam laporan komunitas google, hanya ada 20% warga Kota Semarang yang bepergian dari rumah ke kantor untuk bekerja.

Menanggapi hal tersebut, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Semarang yang telah bergerak bersama dalam upaya menurunkan kasus COVID-19.

"Saya rasa memang kepatuhan masyarakat ini salah satu kunci penting, sehingga saya tentu saja bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh warga Kota Semarang yang telah kompak dalam menghadapi situasi saat ini," tutur Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Namun di sisi lain, Hendi menekankan bahwa pandemi belum usai, sehingga pekerjaan rumah Kota Semarang dalam penanganan COVID-19 masih banyak. Salah satunya terkait vaksinasi yang pada saat ini terus diupayakan.

"Tapi yang perlu diingat, bahwa prosesnya untuk kita bisa lepas dari pandemi masih panjang. Maka jangan karena sudah mulai dibuka aktivitasnya, karena ini, karena itu, lalu jadi euforia," imbuhnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat harus belajar dari pengalaman ke belakang, bahwa tercatat ada dua momen peningkatan COVID-19 yang pernah terjadi di Kota Semarang. Saat itu angka kasus sudah sangat kecil lalu melonjak karena berbagai faktor.

"Maka kepatuhan ini harus kita jaga sembari vaksinasi terus dikejar agar dapat mencapai target herd immunity," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menyatakan jajarannya terus berupaya untuk memaksimalkan stok vaksinasi yang dimiliki untuk mengejar herd immunity. Dirinya mengungkapkan sesuai arahan Hendi, selain tracing dan testing, vaksinasi juga menjadi fokus terbesarnya saat ini.

"Percepatan vaksinasi terus kita upayakan untuk dapat mencapai herd immunity bagi seluruh warga Kota Semarang. Dan kita terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan juga Kementerian Kesehatan untuk dapat memenuhi ketersediaan vaksin di Kota Semarang," jelas Abdul Hakam.

(ega/ega)