IDI Pertanyakan Keilmuan Dokter di Enrekang Sebut Pasien COVID Tak Pernah Ada

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 14:31 WIB
Pernyataan dokter di RSUD Enrekang, Sulsel Adiany Adil bahwa COVID-19 bukan diagnosa dan pasien COVID-19 tidak pernah ada. (dok. Istimewa)
Pernyataan dokter di RSUD Enrekang, Sulsel, Adiany Adil bahwa COVID-19 bukan diagnosis dan pasien COVID-19 tidak pernah ada. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Dokter RSUD Massenrempulu Enrekang, Adiany Adil, membuat pernyataan pasien COVID-19 tidak pernah ada. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel akan melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan atas pernyataannya itu.

"Sementara masih dibahas dan ditangani oleh IDI wilayah. Saya berkoordinasi dengan IDI Enrekang untuk melakukan pertemuan dengan dokter yang bersangkutan," kata Ketua IDI Makassar Ichsan Mustari saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/9/2021).

Dia menilai apa yang disampaikan oleh Adiany ini sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi terkait soal kasus COVID-19 Indonesia. Karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Adiany.

"Tetapi juga semuanya itu ada alasan. Apakah memang ilmunya yang lain atau ada gangguan kita, belum tahu. kita akan klarifikasi lewat IDI di Enrekang. Mereka akan melapor ke kami dan akan melakukan tindak lanjut," ucapnya.

Hingga saat ini, IDI belum akan masuk pada pembicaraan soal sanksi, melainkan melakukan telaah lanjut atas pernyataan yang menghebohkan masyarakat ini.

Sebelumnya, Dokter Adiany Adil membuat pernyataan bahwa COVID-19 bukan diagnosis dan pasien COVID-19 tidak pernah ada. Pernyataan Adiany itu viral di media sosial dan membuatnya dipanggil polisi.

(tfq/nvl)