Pandemi Sebabkan Pengangguran, Kemnaker Catat 10 Juta Pengusaha Berhenti

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 11:16 WIB
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi guna menekan angka pengangguran. Pihak swasta juga diharapkan dapat terus mendukung upaya penanggulangan pengangguran.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi menyampaikan Kemnaker telah melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta meningkatkan infrastruktur yang berbasis komunitas, dalam rangka mengakselerasi penyerapan tenaga kerja.

"Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19, serta mencegah munculnya masalah sosial masyarakat," jelas Anwar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021)/

Ia menguraikan revolusi industri 4.0 saat ini memaksa terjadinya perubahan dalam perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Perubahan ini, kata dia, harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.

"Bisa dikatakan bahwa sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap pertumbuhan secara nasional maupun domestik," ungkap Anwar.

Anwar menjabarkan berdasarkan survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 139,81 juta jiwa (68,08%) dengan penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang (93,74%), sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26%).

Akibat pandemi COVID-19, sebut Anwar, ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti bekerja dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40%. Selain itu, adanya pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda disebabkan berbagai faktor seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan, serta kurangnya pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan.

"Ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," kata Anwar.

Sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, lanjut Anwar upaya mengatasi angka pengangguran ini perlunya keterlibatan semua lembaga terkait dari unsur pemerintah pusat, daerah, hingga swasta.

"Adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta lembaga penempatan tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran," imbuh Anwar.

(mul/mpr)