Fahri Hamzah Terus Serang Oposisi: OposisiPenakut hingga OposisiSekongkol

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 10:35 WIB
Kisah Fahri Hamzah dengan KPK: Dulu Sinis Kini Bermulut Manis
Fahri Hamzah (M Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah terus menyerang oposisi di parlemen. Dari tagar OposisiPenakut hingga OposisiSekongkol digaungkan mantan pimpinan DPR itu.

Di situs pribadinya seperti dilihat Jumat (3/9/2021), Fahri Hamzah menuliskan 'Oposisi Sekongkol, Rakyat yang Tawuran'. Isi tulisan tersebut mengkritik oposisi yang tampak lemah sekali di parlemen sehingga membuat rakyat masih saja mengurusi politik meski pemilu usai. Rakyat disebut menjadi korban.

"Mengapa rakyat tidak istirahat urus politik dan fokus cari kehidupan? Karena yang diberi amanah lalai dan sibuk pencitraan. Rakyat harusnya berhenti berpolitik dan gesek-gesekan setelah pemilu dan nyoblos. Tapi kenapa terus terjadi sampai rakyat gak bisa hidup tenang?" kata Fahri Hamzah.

"Karena sistem perwakilan absen, kongresional yang tak dimengerti oleh parpol yang sudah duduk dapat fasilitas, gaji, dan sekaligus kekebalan," imbuhnya.

Fahri menyebut rakyat seperti dirinya dan secara umum tidak harus bertengkar pascapencoblosan. Politik, kata dia, seharusnya kembali normal setelah masa kampanye.

"Biar mereka, terutama yang menyebut diri partai oposisi, yang bertengkar melawan eksekutif dan pendukungnya, bukan kita. Mereka enak berantem dapat duit, lah kita?" ujarnya.

Fahri meminta oposisi lebih galak dengan segala fasilitas yang telah diberikan. Fahri Hamzah bertanya-tanya di mana kerja oposisi saat ini.

"Tapi sayang, semua diam, menyebut diri oposisi tapi ngomel gak karuan. Akhirnya kami dipaksa ikut pertengkaran," ujarnya.

Mantan politikus PKS itu menyebut, dalam sejarah demokrasi, semakin seru panggung negara dan dinamika di antara cabang-cabang kekuasaan, hidup rakyat tambah senang. Menurutnya, negara yang mapan, termasuk Taiwan, parlemennya hidup dan rakyat makmur.

"Lah kita malah rakyat tawuran di pinggir jalan," ujar Fahri.

Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 itu menyebut indikator sukses dinamika negara adalah apabila rakyat merasa ada keributan di ruang sidang parlemen sehingga rakyat tak harus mengisi ruang sidang parlemen jalanan.

"Jika kalian sepi, kami cemas karena artinya ada persekongkolan. Kalian sekongkol, rakyat tawuran," kata dia.

Sebelum tulisan ini, Fahri Hamzah sudah mengkritik oposisi. Dia pernah membuat tulisan seri dengan tagar OposisiPlangaPlongo dan OposisiPenakut.

Lihat juga video 'Didukung Jadi KSP, Fahri Hamzah: Saya Pilih Jadi Rakyat':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)