Gerakan Mobil Berbagi Masker Gratis Sasar Warga di Sepanjang Pantura

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 16:32 WIB
BNPB
Foto: Dok. BNPB
Jakarta -

Gerakan mobil berbagai masker gratis untuk masyarakat kembali bergerak menuju wilayah sepanjang Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Program dari Satgas COVID-19 ini dilakukan oleh 60 relawan dengan mengendarai 20 mobil triton milik BNPB.

Tenaga Ahli Kasatgas Penanganan COVID-19 Brigjen Pol Imam Pramukarno mengatakan para relawan nantinya akan membagikan masker di kota-kota penting wilayah Pantura mulai dari Kota Cirebon, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kota Pekalongan.

"Kita akan memberikan empat masker kain kepada setiap orang di titik-titik yang sudah kami tentukan. Yang jelas, titik-titik ini merupakan daerah yang berpotensi kerumunan," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Menurut Imam, berdasarkan data, Jalur Pantura merupakan wilayah zona merah yang kerawanan kasus COVID-nya termasuk tinggi. Oleh karena itu, selama tiga hari mulai hari ini, 2-4 September, para relawan akan membagikan masker gratis.

"Para relawan dibekali 80 ribu masker dan disiapkan juga cadangan masker yang dibawa dengan satu unit mobil mox dengan kapasitas 100.000 masker. Mobil ini diupayakan mendekat daerah sasaran," tuturnya.

Diungkapkannya, titik-titik pembagian masker belum berubah, masih ditujukan kepada para pedagang kaki lima kuliner atau PKL Kuliner, pedagang pasar tradisional, dan tempat-tempat ibadah. Di beberapa wilayah yang ada ojek online, pembagian masker ini juga dilakukan.

Berikut ini titik-titik yang akan didatangi para relawan untuk pembagian masker, antara lain Terminal Harjamukti, PKL Kebon Pelok, Masjid Katiasa, Pasar Harjamukti, Masjid Nurul Amal, PKL Graksan, Pasar dan PKL Perum. Tim kedua membagi di PKL Bawah Layang, Pegambiran, Pangkalan Ojek, Masjid Agung Cipta Rasa, Kawasan Alun-alun, Kasepuhan, Pasar Kanoman dan Wisata Kraton,

Selain itu, relawan juga akan mengunjungi Kasepuhan, Pusat Grosir Cirebon, Shelter Pendangan, Masjid Raya At Taqara, Shelter PKL Alun-alun, Stasiun Kejaksaan, Pasar Kramat, Markas Kuliner Jalan Cipto, Shelter Jalan Sutomo, Shelter Jalan Sudarsono, Shelter Bima Kuliner, Masjid Majasem, Gua Sunyaragi, Pangkalan Grab dan Ojek Cirebon Super Block dan Pasar Gunung Sari.

Selain membagikan masker, para relawan juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan terutama dalam menggunakan masker.

"Ini tidak mudah, butuh keberanian, keterampilan dan latihan,"ujar Imam. Karena itu, sebelum berangkat, para relawan mendapatkan training dan briefing bagaimana mereka seharusnya memberikan masker dan bagaimana mengajak masyarakat agar mau menjalankan protokol kesehatan serta menggunakan masker.

Sebelumnya pada Bulan Juli, gerakan mobil berbagi masker ini telah menjangkau wilayah DKI Jakarta, kemudian dilanjut ke Bekasi, Depok, Tangerang dan wilayah Jawa Barat. Selain itu, di dua wilayah luar Jawa juga sudah dilakukan hal serupa yakni Aceh dan Pulau Bali. Setelah wilayah Pantura, kata Imam, GMM bakal berlanjut ke wilayah lain seperti Jawa Timur, Jambi, dan Bangka Belitung.

Gerakan mobil masker diharapkan akan memberikan dorongan dan semangat bagi masyarakat yang dituju agar mereka disiplin dan mematuhi protokol kesehatan khususnya dalam pemakaian masker.

"Ini merupakan bagian dari strategi edukasi, sosialisasi, dan mitigasi menegakkan disiplin prokes terhadap masyarakat. Diharapkan gerakan ini akan menjadi sebuah langkah penting yang bisa diadaptasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," pungkasnya.

Sebagai informasi, BNPB dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di seluruh Tanah Air menggaungkan pentingnya memakai masker sebagai bagian dari 3M dengan jargon #PakaiMaskerHargaMati. Masker merupakan 'senjata' yang ampuh dalam menangkal serangan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

(akn/ega)