Proyek Gas Sumatera Andalkan Tenaga Lokal
Rabu, 05 Apr 2006 01:18 WIB
Palembang - Sumber daya lokal tidak berarti berkualitas rendah. Buktinya, Proyek Pengembangan Gas Sumatera (PPGS) milik Pertamina mengutamakan sumber daya lokal dalam proyek pengadaan sumur gas di Pagardewa, Palembang, Sumatera Selatan."Dengan sumber daya lokal tersebut PPGS telah melakukan penghematan dan penekanan pengeluaran biaya tanpa harus mengorbankan kualitas," kata Koordinator Lapangan Proyek Pengembangan Gas Sumatera Y. Roland S di Stasiun Penyerahan Gas Pagardewa, Palembang Sumatera Selatan, Selasa (4/4/2006).Perusahaan di bidang pengembangan gas di Sumatera ini, berhasil menjual sekitar 250 juta kaki kubik gas per hari. Proyek pipanisasi sepanjang 175 kilometer dari Musi Barat hingga Pagardewa itu dilakoni hampir seratus persen tenaga lokal. Bahan material dan para kontraktor pun berasal dari Indonesia."Tidak ada satu pun pegawai asing di sini. Tenaga kerja berjumlah 2220 orang merupakan tenaga kerja lokal. Dan kita juga libatkan 60 sub kontraktor yang semuanya dari dalam negeri," tambah Roland.Kalau pun ada peran serta asing itupun hanya terdapat dari segi pemodalan, yaitu dari Mitsubishi Heavy Industy. "Dana yang diberikan digunakan sebagai service fasility dalam proyek ini," jelas Roland.Roland menjelaskan, jumlah biaya rata-rata pengeboran setiap sumur ini hanya memakan biaya sekitar US$ 756 per meter. Jika dibandingkan dengan Blok Cepu, PPGS mengklaim lebih efisien."Hanya memakan biaya sekitar 2-2,5 juta dolar per 3000 meter. Tapi di Cepu untuk panjang pengeboran yang sama memakan biaya hingga 5 juta dolar," tutur Roland.Bahkan proyek yang dikerjakan sejak Februari 2003 ini kini sudah rampung hampir 90 persen. "Sesuai dengan kontrak dengan Pusat Gas Negara (PGN) sebagai pembeli gas PPGS kita harus menyelesaikan proyek pada 1 Juli 2006," tandas Roland.Belum SiapMeski kontrak kerja penjualan gas dimulai pada 1 Juli 2006, PGN selaku pembeli malah belum terlihat mengerjakan proyek penampungan gas (custody point). Hal ini terbukti berdasarkan pantauan detikcom di lokasi Proyek Stasiun Penyerahan Gas Pagardewa.Lokasi tempat PGN akan menampung gas dari PPGS masih merupakan sebidang tanah merah kosong. Bahkan, beberapa pipa yang rencananya dijadikan alat penghubung penyerahan gas masih teronggok tidak jauh dari lokasi proyek custody point."Kita tidak tahu kalau PGN. Yang kita fokuskan hanya proyek Pagardewa bagaiman dapat memenuhi perjanjian kontrak dengan PGN," lanjut Roland S. Sayang detikcom tidak dapat menemui petugas dari PGN yang berada di lokasi untuk dimintai keterangan. "Dalam perjanjian kontrak ada periode hingga Oktober 2006. Namun jika mereka melewati batas itu mereka akan terkena pinalti atau denda," tambah Roland.
(fay/)











































