RI Jadi Tuan Rumah G20 2022, Usung Tema 'Recover Together, Recover Stronger'

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 14:26 WIB
Menlu Retno Marsudi
Foto: Menlu Retno LP Marsudi (dok Kemlu)
Jakarta -

Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum G20 pada 2022. Indonesia mengusung tema besar 'recover together, recover stronger'.

"Tahun 2022 juga merupakan tahun penting bagi Indonesia mengingat Indonesia akan memegang presidensi G20. Tema besar presidensi G20 tahun 2022 adalah 'recover together, recover stronger'," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam rapat bersama Komisi I DPR, Kamis (2/9/2021).

Retno mengatakan tema itu diambil dengan mengedepankan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi. Retno mengatakan tema itu tidak hanya relevan bagi kelompok negara G20 saja, melainkan juga untuk negara di dunia.

"Tema tersebut dilatarbelakangi visi Indonesia untuk mengedepankan kemitraan dan inklusifitas guna mendorong pemulihan ekonomi dunia yang tangguh yang berkelanjutan pasca pandemi COVID-19," ujarnya.

"Melalui visi dan tema ini kita pastikan G20 akan relevan tidak hanya bagi anggotanya, namun juga bagi semua, khususnya negara-negara berkembang," lanjutnya.

Retno menyebut forum G20 akan dimulai Desember tahun ini. Namun sejak akhir tahun lalu, RI sudah termasuk bagian dari troika G20.

"Presidensi Indonesia akan dimulai bulan Desember tahun ini, namun sejak akhir tahun lalu Indonesia sudah masuk sebagai bagian dari troika G20 bersama Arab Saudi dan Italia," ujarnya.

Lebih lanjut Retno mengatakan forum tersebut berada dalam dua pilar. Pihaknya akan segera me-launching forum tersebut.

"Dapat kami sampaikan bahwa terdapat dua pilar berbeda dalam G20. Pilar pertama adalah pilar finance yang saat presidensi nanti dipegang oleh Menkeu dan Gubernur BI. Kedua pilar sherpa yang diketuai oleh Menko Perekonomian, Menlu dan Wamenlu. Di bawah pilar sherpa akan ada pertemuan 15 tingkat menteri," ucapnya.

"Dalam waktu dekat akan secara resmi kita bersama sama melaunching G20. Di mana akan kita sampaikan agenda prioritas dan lain sebagainya," tutur Retno.

(eva/zak)