Anggota DPRA Ungkap Ada Tumpahan Minyak Sudah Sebulan di Laut Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 17:01 WIB
Sebuah kapal berada di lokasi diduga tumpahan minyak di Perairan Langsa, Aceh (dok Istimewa)
Sebuah kapal berada di lokasi diduga tumpahan minyak di perairan Langsa, Aceh. (Foto: dok. Istimewa)
Banda Aceh -

Anggota DPR Aceh (DPRA) Asrizal Asnawi mengungkap adanya tumpahan minyak di perairan Langsa, Aceh, yang diduga sudah terjadi sejak sebulan lalu. Asrizal meminta pihak terkait bertindak agar lokasi tumpahan tidak meluas.

"SKK Migas, Menteri ESDM, dan PT Pertamina segera melokalisasi dampak sebelum bertambah besar yang dapat mengganggu aktivitas para nelayan karena biota laut, ikan dan terumbu karang, tercemar," kata Asrizal dalam keterangan kepada detikcom, Rabu (1/9/2021).

Asrizal mengaku mendapat informasi tumpahan minyak itu dari pegiat lingkungan hidup serta nelayan di Langsa. Dia menyebut gelembung minyak di sana mulai terlihat sejak 6 Agustus lalu.

Politikus PAN ini menduga gelembung minyak mentah muncul dari salah satu sumur minyak yang ada di kawasan tersebut. Menurutnya, tumpahan minyak itu mulai mengganggu nelayan saat menangkap ikan.

Dia menyebut lokasi tersebut termasuk tempat nelayan melabuhkan jaring ketika melaut. Dia meminta permasalahan tersebut segera ditangani.

"Saya berharap pihak terkait segera melokalisasi dampak agar gelembung minyak mentah yang muncul ke permukaan laut tidak menyebar sampai ke pinggir, yang dampaknya akan lebih berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan," jelas politikus PAN ini.

Asrizal meminta Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan pemerintah Aceh mengawasi penanganan tumpahan minyak tersebut. Dia mengaku belum mengetahui penyebab tumpahan minyak di lepas pantai tersebut.

"Hingga sekarang masih dalam proses penanganan," ujar Asrizal.

"Pemerintah Aceh melalui dinas terkait agar melapor kejadian ini ke SKK Migas dan Menteri ESDM agar apa yang terjadi supaya ini tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Apalagi berdampak sosial dan ekonomi masyarakat Aceh," lanjutnya.

(agse/jbr)