Dua Pasien Demam Berdarah Meninggal di Yogya
Selasa, 04 Apr 2006 18:30 WIB
Karanganyar - Reaksi buruh terhadap rencana pemerintah melakukan revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terus terjadi. Buruh di Karanganyar, Jawa Tengah, bahkan mengancam akan melakukan boikot Pemilu Tahun 2009 jika revisi itu jadi dilakukan. Lebih dari seribu buruh sejumlah perusahaan di Karanganyar, Selasa (4/4/2006) melakukan aksi jalan kaki dari Lapangan Pancasila, depan rumah dinas bupati, menuju gedung DPRD setempat. Di halaman DPRD, mereka menggelar aksi orasi memprotes rencana revisi UU Ketenagakerjaan. Seperti aksi-aksi sebelumnya, aksi kali ini juga didukung sepenuhnya oleh para anggota DPRD Karanganyar. Ketua DPRD, Juliyatmono dan beberapa anggota dewan lainnya tampil memberikan orasi dukungan. Bahkan Para wakil rakyat ini juga menyatakan penolakannya secara tertulis. Mogok Kerja dan Boikot PemiluPara peserta aksi tidak hanya akan berhenti berdemo untuk mengekspresikan penentangannya. Mereka juga bertekad akan melakukan pemogokan massal jika pemerintah bersikeras melakukan revisi UU Naker. Tidak cukup itu saja, sebab ancaman lainnya adalah melakukan boikot besar-besaran terhadap pelaksanaan Pemilu tahun 2009 mendatang jika revisi tetap dilakukan. "Sudah menjadi kesepakatan bulat kami, yaitu memboikot Pemilu 2009 jika penolakan revisi ini tidak didengar Pemerintah dan buruh selalu hanya dijadikan bahan eksploitasi," demikian teriak Eko Supriyanto, koordinator aksi, dalam orasinya. Ancaman Eko itu juga dibenarkan oleh Suparno, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Karanganyar. "Dampak revisi itu nantinya akan menyengsarakan buruh. Nasib buruk akan jauh lebih buruk lagi dengan tekanan yang semakin sadis itu. Nasib buruh akan semakin terpuruk," kata Suparno.
(jon/)











































