Dua Pasien Demam Berdarah Meninggal di Yogya
Selasa, 04 Apr 2006 18:13 WIB
Yogyakarta - Dua pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito Yogyakarta. Pasien tersebut meninggal akibat terlambat ditangani karena kondisinya parah.Pada saat dirawat di rumah sakit, kondisi pasien sudah dalam keadaan shock dan mengalami gangguan pembekuan darah. Akibatnya pasien mengalami pendarahan di lambung, anus dan paru-paru.Dua pasien itu adalah Galih (4) warga Pingit Kelurahan Kricak Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Satu pasien lagi bernama, Ferry (6) warga Cokrodirjan Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. Keduanya meninggal pada Senin (3/3/2006) sore setelah sempat dirawat selama 24 jam."Benar, kemarin memang ada dua pasien DB rujukan dari Puskesmas Kota Yogyakarta meninggal di RSU Sardjito," kata kepala bangsal anak staf medik fungsional (SMF) RSU Dr Sardjito, dr Ida Safitri SpA kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan, Selasa (4/4/2006).Menurut Ida, pada saat masuk ke bangsal anak, kondisinya sudah drop dan mengalami shock. Tim medis telah berupaya maksimal menangani kedua pasien tersebut. "Kami sudah berusaha namun karena kondisinya sudah parah, kedua pasien gagal di selamatkan, karena kondisinya sudah parah," katanya. Sebelum dirawat di rumah sakit kata Ida, kedua pasien sudah mendapat perawatan di puskemas. Namun karena di puskesmas tidak mampu menangani, pasien itu kemudian dirujuk ke rumah sakit. "Saat datang kondisinya sudah drop, ada pendarahan dan trombositnya drop," katanya.Sementara itu secara terpisah Kepala Humas RSU Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho menambahkan sejak Januari hingga awal April 2006 tercatat tujuh pasien DB yangdirawat di Sardjito yang meninggal dunia.Pada tahun 2006 ini jumlah pasien DB yang dirawat di Sardjito juga mengalami peningkatan. Pada bulan Januari 2006 terdapat 69 pasien DB. Selanjutnya bulanFebruari meningkat menjadi 88 pasien dan Maret 2006 meningkat menjadi 102 pasien.Menurut Trisno, selama tiga bulan itu bila dijumlahkan angkanya melebihi jumlah pasien DB selama tahun 2005. Pada tahun 2005, jumlah pasien DBD yang dirawat diSardjito sebanyak 160 orang dengan perincian 83 pasien anak-anak dan 77 pasien orang dewasa. "Tiga bulan ini pasien sudah mencapai 259 orang. Sedang yang meninggal sebanyak tujuh orang. Lima orang pasien dari Kota Yogya, satu orang dari Sleman dan satu orang lagi dari Purworejo," kata Trisno.
(jon/)











































