Pemprov Riau Anggarkan Dana Batu Nisan Rp 1,6 Miliar

Pemprov Riau Anggarkan Dana Batu Nisan Rp 1,6 Miliar

- detikNews
Selasa, 04 Apr 2006 17:51 WIB
Pekanbaru - Percaya ada atau tidak, yang pasti di Pemprov Riau ada proyek baru pembuatan batu nisan. Untuk urusan batu nisan ini, tak tanggung-tanggung pemprov menyediakan dana sebesar Rp 1,6 miliar. Lantas untuk makam siapa batu nisan seharga miliaran itu? Awalnya proyek batu nisan ini sempat mendapat sorotan dari anggota DPRD Riau. Dewan sempat bingung, untuk urusan batu nisan saja dianggarkan dana sebesar Rp 1,6 miliar. Tapi, pihak eksekutif memiliki argumentasi yang kuat."Waktu itu kita sempat bingung, masak untuk beli batu nisan saja harganya Rp 1,6 miliar. Namun karena alasan banyaknya kuburan yang akan dibuat batu nisan, akhirnya kita mengabulkannya," kata anggota DPRD Riau Edi Ahmad RM kepada detikcom, Selasa (04/4/2006). Edi menjelaskan, proyek pembuatan batu nisan ini merupakan bentuk kompensasi kepada masyarakat Pekanbaru dimana makam keluarganya dijadikan bangunan tambahan gedung RSUD Pekanbaru dan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Riau (UNRI) di ruas jalan Hangtuah, Pekanbaru. Dua lokasi kuburan muslim dan nasrani ini, pemda akan memindahkan ke lokasi baru yakni di pemakaman umum Rumbai, Pekanbaru. Sebagai bentuk ganti rugi kepada ahli waris, pemerintah membantu dana untuk pembuatan batu nisan. "Itu sebabnya nilainya diajukan Rp 1,6 miliar," kata Edi. Kepala Biro Humas dan Pemerintahan Provinsi Riau Tengku Khalil ketika dikonfirmasi detikcom mengatakan bahwa dana Rp 1,6 miliar itu tidaklah terlalu besar. Dana Rp 1,6 miliar itu untuk membuat sekitar 12 ribu batu nisan sesuai dengan jumlah kuburan yang dipindahkan. "Jadi kalau kita hitung, untuk pembuatan satu batu nisan harganya mencapai Rp 150 ribu. Ini sebagai bentuk kompensasi dari pemerintah untuk masyarakat yang makam keluarganya dipindahkan dari lokasi lama ke lokasi yang baru," kata Khalil. Pantuan detikcom, sebelum proyek ini berjalan, di lokasi pemakaman baru di Rumbai pihak keluarga sudah membangun batu nisannya. Pemerintah Provinsi Riau sendiri mengaku tidak mengetahui alamat pihak keluarga yang telah membangun batu nisan itu. "Kami memang tidak mengetahui alamat keluarga yang telah memasang batu nisan itu. Dan kalau sudah terpasang, kami tidak akan memberikan kompensasi. Nantinya dana sisa dalam proyek ini akan kami kembalikan ke kas daerah,"ujar Khalil. Menurut Edi RM mungkin saja dalam proyek ini ada sisa anggaran karena sudah banyak makam yang diberi batu nisan oleh keluarganya. Namun, dalam hal ini, pihak legislatif akan memantau secara cermat atas laporan dari pihak eksekutif atas penggunaan dana tersebut. "Kita akan pantau proyek batu nisan ini. Sebab, dengan banyaknya kuburan yang telah dipasang batu nisan oleh pihak keluarganya, bukan tidak mungkin bakal ada penyelewengan," kata Edi. (jon/)


Berita Terkait