Jokowi di Dies Natalis Ke-58 IPB University: Jadilah Kampus Pelopor Inovasi

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 11:43 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: dok. tangkapan layar)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi pelopor inovasi dalam sektor pertanian dan kelautan. Hadirnya inovasi bisa meningkatkan potensi pengembangan ekonomi.

"Pemerintah terus berupaya untuk mengubah mindset petani, petani kita, dari pertanian tradisional ke pertanian modern, smart farming. Terus mengembangkan dan melakukan inovasi dalam pengembangan teknologi produksi dan sistem distribusi," kata Jokowi, dalam acara dies natalis ke-58 IPB University, Rabu (1/9/2021).

"Untuk itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika Institut Pertanian Bogor menjadikan IPB sebagai kampus pelopor inovasi, menciptakan ruang yang makin nyaman bagi pemikiran dan karya-karya inovatif, terus menemukan inovasi yang memberikan solusi cerdas bagi masyarakat, khususnya peningkatan kesejahteraan para petani, serta memperkuat hilirisasi riset dan inovasi dengan membangun jalinan yang kuat bersama dunia industri," imbuhnya.

Jokowi mengatakan, dengan cara itu, IPB akan menjadi garda terdepan dalam penyelesaian masalah pangan dan pertanian di Indonesia. Dengan inovasi yang dilakukan, IPB akan berkontribusi menghasilkan smart shortcut dalam peningkatan daya saing Indonesia di bidang pangan dan pertanian.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki banyak potensi di sektor pangan yang belum dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu lebih banyak inovasi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, inovasi untuk substitusi ekspor, inovasi untuk meningkatkan daya saing produk pangan, obat herbal, buah-buahan, dan potensi potensi agromaritim lainnya.

"Saya senang mendengar IPB telah mengarahkan agenda riset dan pengembangan agromaritim. Ini sebuah langkah besar yang sangat strategis karena saya melihat masa depan negara kita ada pada pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkap Indonesia baru mengisi 3 persen dari pasar ikan dunia, yang nilainya sudah mencapai USD 162 miliar. Padahal potensi kelautan dan perikanan Indonesia masih terbuka peluang. Karena itu, Jokowi meminta pengembangan agromaritim berbasis inovasi dan teknologi dipercepat untuk menghasilkan solusi-solusi cerdas berbasis IT sebagai terobosan penting untuk menyejahterakan petani dan nelayan.

"Karena itu, saya menaruh harapan besar kepada Institut Pertanian Bogor untuk menghasilkan lebih banyak lagi solusi cerdas yang akan memberikan nilai tambah bagi kemajuan, bagi kemandirian sektor pangan kita, serta sekaligus bisa menjadi modal penting untuk keluar dari krisis," kata Jokowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan agar IPB terus melakukan inovasi, terutama di masa pandemi COVID-19 ini. Menurutnya, inovasi di sektor pangan dan pertanian dilakukan agar terjadi kemandirian pangan.

"Saya memberikan harapan besar agar IPB terus berkarya memberi manfaat lebih di era pandemi ini sebagai perguruan tinggi yang berbasis riset dan terdepan dalam inovasi untuk kemandirian bangsa terutama di bidang pertanian dan kelautan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga," ujar Ma'ruf.

(yld/hri)