Hari Polwan 1 September 2021, Ini Sejarah Singkat Polisi Wanita

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 11:38 WIB
Hari Polwan 1 September 2021, Ini Sejarah Singkat Polisi Wanita
Hari Polwan 1 September 2021, Ini Sejarah Singkat Polisi Wanita (Ilustrasi-foto tahun 2018 sebelum pandemi / Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Hari Polwan diperingati setiap tanggal 1 September. Pada 1 September 2021 ini, mari kita menyimak lagi sejarah singkat polisi wanita di Indonesia dan awal mula Hari Polwan diperingati.

Berikut sejarah singkat polisi wanita dan Hari Polwan seperti dirangkum detikcom dari situs resmi Museum Polri:

Hari Polwan: Berawal dari Kesulitan Pemeriksaan

Sejarah ini berawal di tahun 1948. Kala itu, polisi sempat kesulitan saat akan memeriksa korban, tersangka ataupun saksi wanita. Polisi lalu meminta bantuan dari istri atau pegawai sipil wanita guna memeriksa fisik korban.

Selanjutnya, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi memberi saran kepada pemerintah. Organisasi tersebut berharap wanita bisa dilibatkan dalam pendidikan kepolisian. Dari sini lah awal mula Hari Polwan yang sampai saat ini masih terus diperingati.

Saat itu, Cabang Djawatan Kepolisian wilayah Sumatera yang ada di Bukittinggi, langsung memberi pendidikan kepada enam wanita pilihan. Keenam wanita itu adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmaniar dan Rosnalia Taher.

Mereka secara resmi mengikuti pendidikan pada 1 September 1948 bersama siswa laki-laki di SPN Bukittinggi. Oleh sebab itu, 1 September ditetapkan sebagai Hari Polwan atau hari lahirnya polisi wanita.

Hari Polwan: Polisi Wanita Mulai Bertugas

Keenam polwan kembali mendapat pelatihan di SPN Sukabumi pada 19 Juli 1950. Pada tahun 1951, keenam calon inspektur polisi wanita selesai menjalani pendidikan dan bertugas. Mereka diberi tugas untuk menangani kasus-kasus yang terkait perempuan dan anak-anak.

Hari Polwan: Makna Lambang Polwan

Pada 29 November 1986, Jenderal Pol Mochammad Sanoesi, yang saat itu menjabat sebagai Kapolri, mengesahkan lambang Polwan. Ada makna di balik lambang itu:

  1. Bunga Matahari: bermakna sifat wanita.
  2. Tujuh helai dan empat helai bunga: lambang pedoman hidup Polri Tribrata serta pedoman kerja Polri Catur Prasetya Polri.
  3. Perisai dan obor: lambang Polwan sebagai anggota kepolisian Republik Indonesia yang turut melaksanakan tugas dan fungsi kepolisian Republik Indonesia.
  4. Tiga bintang emas: Tribrata sebagai pedoman hidup bagi tiap anggota Polri.
  5. 1948: melambangkan saat pertama kali adanya Polwan di kepolisian Republik Indonesia.
  6. Esthi Bhakti Warapsari: bermakna pengabdian putri-putri pilihan menuju ke arah tercapainya cita-cita luhur yaitu terciptanya masyarakat Tata Tentram Kerta Raharja kepada negara dan bangsa.


Hari Polwan: Monumen Polwan Sebagai Simbol

Tahun 1993, Monumen Polwan dibangun di Bukittingi. Monumen ini diresmikan langsung oleh Jenderal Polisi Drs. Banoeroesman Astrosemitro yang saat itu menjabat sebagai Kapolri.

Itulah sejarah singkat Hari Polwan di Indonesia. Selamat Hari Polwan!

(imk/imk)