Puluhan Kios PKL di Merangin Jambi Hangus Terbakar

Ferdi Almunanda - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 08:43 WIB
Kebakaran di Merangin Jambi hanguskan puluhan kios PKL
Kebakaran di Merangin, Jambi, menghanguskan puluhan kios PKL. (Foto: dok. Damkar)
Jambi -

Puluhan kios milik pedagang kali lima (PKL) di Merangin, Jambi, hangus terbakar. Kebakaran yang menghanguskan puluhan kios itu disebabkan arus pendek listrik.

"Api sudah dipadamkan, personel sudah lakukan pemadaman dengan turunkan sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran," kata Kadis Damkar dan Penyelamatan Merangin Jambi Abdul Lazik kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Kebakaran di Pasar Bawah Ujung Tanjung Muara Mesumai itu terjadi pada subuh dini hari tadi sekitar pukul 03.03 WIB. Api yang berkobar begitu cepat melalap kios sehingga menyebabkan pedagang merugi.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian kebakaran itu. Hanya, dari kebakaran itu pedagang diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Kalau untuk korban jiwa tidak ada, hanya di perkirakan kerugian capai ratusan juta rupiah, karena hampir keseluruhan kios terbakar, yang jumlahnya masih akan kita data lagi," ujar Abdul Lazik.

Sementara itu, salah seorang pedagang kios bernama Nazar (66) mengatakan kebakaran itu terjadi begitu cepat. Saat kebakaran terjadi, dia sedang tidur. Ia bahkan berhasil menyelamatkan diri lantaran mendengar teriakan kebakaran dari warga dan pedagang sekitar.

"Saat kejadian, saya masih tidur di dalam kios. Mendengar ada ribut kebakaran saya bangun dan cepat keluar untuk selamatkan diri. Namun karena api menjalar begitu cepat dari toko ke toko maka barang-barang yang ada dalam kios tak bisa diselamatkan," cerita Nazar

Nazar mengaku telah berjualan di kios pasar itu sejak 2009. Kini, Nazar, yang berjualan barang-barang, seperti sandal, sepatu, tas, kaus kaki, dan barang lainnya, itu tak dapat lagi berjualan setelah seluruh dagangannya ludes terbakar.

"Tidak ada satu pun barang yang dapat diselamatkan, api itu menjalar begitu cepat, sekarang untuk kerugian saya ini mencapai Rp 60 juta. Saya mohon perhatian dan bantuan dari pihak pemerintah untuk meneruskan usaha menyambung kehidupan saya," ujar Nazar.

(lir/lir)