Satu Lagi Pencuri Koper Tamu Presiden Ditangkap
Selasa, 04 Apr 2006 16:38 WIB
Jakarta - Sepandai-pandainya pencuri bersembunyi akhirnya tertangkap juga. Begitulah yang dialami Ahmad Fitrah alias Amad Bin Komaruddin (20). Pencuri koper tamu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berhasil ditangkap setelah ngumpet hampir 4 bulan.Amad ditangkap di rumahnya, Villa Kenten, Blok DD nomor 11 Palembang pada 27 Maret pukul 23.00 WIB. Dengan tertangkapnya Amad, masih 2 pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran yakni Komaruddin alias Komar dan Hasan Basri. "Tertangkapnya Ahmad adalah hasil pengembangan dari 3 orang pelaku lainnya yang telah berhasil ditangkap," kata Direktur Kriminal Umum Kombes M Jaelani di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (4/4/2006).Tiga orang tersangka yang berhasil ditangkap sebelumnya Aditia Donni (36), Ahmad Zaini alias Saini (39) dan Husin Bin Rusli alias Hansin (44). "Dari keterangan mereka diketahui Amad telah kabur ke Palembang," kata Jaelani.Kepergian Amad ke Palembang dikuatkan dengan berangkatnya istri Amad, Nina beserta anaknya pada Rabu 15 Maret 2006. Penyidik mengikuti jejak istri Amad yang diketahui tinggal di Villa Kenten, Blok DD nomor 11 Palembang. Lalu pada 27 Maret 2006 sekitar pukul 10.00 WIB, penyidik Polda berangkat ke Palembang dan menangkap Amad pukul 23.00 WIB. Amad kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya beserta barang buktinya. Barang bukti itu yakni satu unit mobil Daihatsu Feroza warna biru abu-abu dengan nomor polisi B 2695 AN dan satu lembar tanda terima uang Rp 26 juta untuk pembayaran mobil Daihatsu Feroza dan mobil Suzuki Escudo dengan nomor polisi B 1152 MA.Pencurian koper tamu SBY terjadi di lobi Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta pada 8 Desember 2005. Pemilik koper adalah Ali Sulaiman Al Buwaidhi yang merupakan rombongan Rabithah Alam Islam alias Liga Islam Dunia, organisasi Islam yang berpengaruh.Kelompok Amad cs, menurut Jaelani memang mengincar tamu-tamu di hotel. Dalam aksinya mereka duduk berpencar di lobi hotel dan seolah-olah tidak saling kenal. Mereka lalu akan menunggu sebuah tanda dari salah satu anggota yang bertindak sebagai pemimpin.Setelah tanda diberikan mereka akan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, ada yang bertanya pada resepsionis, satpam, dan kepada calon korban. Anggota lain menghalang-halangi pandangan korban terhadap barang bawaannya.Setelah pemilik lengah, pencuri membawa barang korban keluar menuju lobi untuk diserahkan kepada anggota lainnya yang akan membawa kabur hasil curian.
(iy/)











































