Polri Bantah LaporCovid soal Vaksinasi Booster di Mabes Polri: Itu Nakes

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 19:30 WIB
Irjen Pol Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Foto: Polri
Jakarta -

LaporCovid-19 memposting mengenai adanya masyarakat non tenaga kesehatan menerima vaksin booster di Mabes Polri. Polri menyanggah kabar itu, dengan menyatakan vaksinasi booster di Mabes Polri diperuntukkan untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya.

"Lewat temuan ini, kami menduga bahwa penerima vaksin booster tercatat dalam pangkalan data vaksinasi COVID-19. Artinya pemerintah bisa mengusut pelanggaran ini dengan menelusuri pangkalan data vaksinasi COVID-19. Mirisnya, pelanggaran ini dilaporkan terjadi di tempat vaksinasi Mabes Polri," tulis akun resmi Twitter @LaporCovid seperti dilihat, Selasa (31/8/2021).

Dari temuan itu, LaporCovid-19 meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar membongkar modus dari pemberian vaksin ketiga bagi non nakes itu. LaporCovid-19 ingin pihak-pihak yang curang disanksi.

"Kami mendesak Kementerian Kesehatan untuk: 1. Mengusut pelanggaran vaksin ketiga dan mengungkapkan modus operandi di lapangan, 2. Memberi sanksi tegas kepada pemberi booster non-nakes, 3. Membuka data penerima vaksin booster," tuturnya.

Polri Jelaskan Vaksinasi untuk Nakes

Menanggapi temuan LaporCovid-19, Mabes Polri membantah adanya non nakes yang diberi vaksin booster di gerai mereka. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan orang-orang yang divaksin itu merupakan nakes dari Polri yang tidak berpakaian menggunakan pakaian tenaga kesehatan.

"Yang di-booster di gerai Mabes Polri adalah tenaga kesehatan dari mabes dan sopir-sopir ambulans Rumah Sakit Polri. Saat di-booster kan menggunakan pakaian preman karena tidak bertugas," ujar Argo saat dimintai konfirmasi.

Lebih lanjut, Argo menegaskan semua orang yang dituding sebagai non nakes diberi vaksin booster itu merupakan nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan Polri. Pasalnya, kata Argo, mereka selalu bertugas dalam giat vaksin.

"Seperti cleaning service, sopir ambulans, yang mengambil vaksin, pengumpul limbah giat vaksin, dan lain-lain juga di-booster. Jadi ini barangkali suntik booster ketiga pada orang yang bekerja di fasilitas kesehatan milik Polri (tenaga pendukung nakes)," terangnya.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut orang-orang yang mendapat vaksin booster di gerai Mabes Polri sangat rentan terpapar virus Corona.

"Mereka semua juga risikonya sama dengan nakes, sehingga memang dialokasikan untuk booster," kata Ramadhan.

"Penjelasannya, kami suntik boster hanya nakes dan pendukung nakes yamg juga sangat rentan terpapar COVID-19, seperti sopir ambulans, cleaning service yang membantu kebersihan klinik dan tenaga lain yang membantu pelayanan kesehatan," lanjutnya.

Simak video 'Respons Warga soal Ada Pejabat Yang Sudah Divaksinasi Booster':

[Gambas:Video 20detik]



(fjp/fjp)