Niat DPR ke Aussie Panen Kritik, Dianggap Diplomasi 'Ayam Sayur'
Selasa, 04 Apr 2006 15:47 WIB
Jakarta -
Kritikan dari internal DPR atas rencana beberapa anggotanya ke Australia makin gencar. Rencana itu dianggap menjauhi substansi masalah yang ingin diselesaikan. Apalagi diyakini diplomasi mereka masih sekelas 'ayam sayur'."Kita ini yang dilecehkan oleh Australia, kenapa kita yang nunduk-nunduk datang ke sana. Ini diplomsi 'ayam sayur'!" cetus anggota Komisi I DPR Effendi Choirie di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (4/4/2006)Dalam hubungan antarparlemen, imbuh Gus Choi, harusnya hal itu dilakukan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), bukan oleh komisi atau anggota yang tidak memiliki fungsi untuk itu."Wilayah Komisi I adalah kedutaan besar. Silakan undang Dubes Australia untuk beri penjelasan," tukasnya.Keberangkatan sejumlah anggota dewan itu juga dinilai akan menurunkan harga diri bangsa. Padahal tugas DPR harusnya mendorong pemerintah untuk menaikkan intensitas kemarahannya."Kita bisa desak pemerintah untuk mempersonagratakan Dubes Australia karena dianggap tidak berfungsi apa-apa," tegas dia.Gus Choi juga mengkritik lemahnya kemampuan para diplomat Indonesia. Presiden SBY pun didesak untuk mengevaluasi kinerja diplomat secara menyeluruh. "Diplomat kita juga diplomat 'ayam sayur'," katanya.Dia juga mendesak pemerintah untuk tidak melakukan kerjasama apa pun dengan Australia sebelum ada pengakuan dari Australia akan kesejajaran antarbangsa. "Sebelum ini selesai jangan ada penandatanganan baru. Kita nggak perlu takut. Kita ini negara dengan penduduk muslim yang besar dan kaya," tuturnya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































