Kurir 75 Kg Sabu di Makassar Dapat Upah hingga Rp 400 Juta

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 15:36 WIB
Pengungkapan 75 kg sabu di Makassar oleh Polda Sulsel. (Hermawan/detikcom)
Pengungkapan 75 kg sabu di Makassar oleh Polda Sulsel. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi mengungkap tiga kurir yang tertangkap membawa 75 kilogram sabu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah beroperasi sejak Maret 2021. Tercatat total 13 kali para kurir itu bolak-balik Makassar dan Surabaya dengan membawa minimal 17 kilogram sabu dalam sekali jalan.

"Tadi diakui sama Tersangka, sudah 13 kali mereka membawa narkotika jenis sabu dari Surabaya ke Makassar. Itu sejak Maret sampai Agustus 2021," ucap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Selasa (31/8/2021).

Zulpan menjelaskan para kurir awalnya mencoba membawa sabu dalam jumlah kecil, yakni 17 kilogram. Namun, memasuki Agustus, para kurir sudah mulai berani membawa hingga 75 kilogram sabu.

Menurut Zulpan, para kurir tersebut sejauh ini sudah menerima upah yang tak sedikit, yakni mulai Rp 150 juta hingga Rp 400 juta.

"Mereka diupah sekitar Rp 150-400 juta dalam setiap pengantaran minimal 17 kilogram," ungkap Zulpan.

Diberitakan sebelumnya, tiga kurir yang ditangkap berinisial SYF (37), ABJ (25), dan FTR (28). Ketiga tersangka diringkus di dua hotel berbeda di Makassar pada Rabu (25/8) dan Sabtu (28/8).

Khusus untuk SYF, selain sebagai kurir, dia disebut memiliki peran lainnya, yakni orang yang dipercaya menerima sabu-sabu dari operator di Surabaya untuk diangkut ke Makassar.

"Untuk SYF, dia yang menerima barang itu sesuai petunjuk operatornya dari Surabaya," ucap Zulpan.

Setelah menerima sabu dan ekstasi, SYF ditemani ABJ membawa sabu tersebut menggunakan sebuah truk. Selanjutnya, SYF dan ABJ membawa truk berisi sabu ke Makassar dengan cara menumpang kapal laut.

"Jadi mereka seolah-olah jadi sopir ekspedisi. Mereka bawa truk masuk pelabuhan, tiba di pelabuhan sini juga," titir Zulpan.

Sementara itu, untuk tersangka FTR, dia menjadi kurir untuk membawa sabu ke sejumlah wilayah di Sulsel dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

(hmw/nvl)