Cara dan Syarat Mendapatkan Bantuan Kemenag untuk Mushola dan Masjid

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 13:15 WIB
The sun shines behind the Omar Mosque in Berlins Kreuzberg district just hours before the start of the Muslim holy fasting month of Ramadan on April 23, 2020. (Photo by David GANNON / AFP)
Foto: AFP/DAVID GANNON/Cara dan Syarat Mendapatkan Bantuan Kemenag untuk Mushola dan Masjid.
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyediakan bantuan untuk masjid dan mushola yang terdampak COVID-19. Nilai bantuan mencapai Rp 20 juta untuk masjid dan Rp 10 juta bagi mushola.

Total bantuan operasional masjid dan mushola di daerah terdampak COVID-19 ini mencapai Rp 6,9 miliar. Bantuan ini dapat digunakan untuk membantu masjid dan mushola menerapkan protokol kesehatan dan penanganan COVID-19.

"Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh Agus Salim dalam rilis yang diterima detikcom.

Bantuan juga dapat digunakan untuk pemenuhan upaya pencegahan COVID-18 lainnya dan pembinaan umat. Misal untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring.

Kemenag telah menetapkan syarat dan prosedur untuk mendapatkan bantuan tersebut. Seluruh syarat wajib diunggah di simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan. Permohonan harus diajukan online paling lambat 12 September 2021.

Berikut cara dan syarat mendapatkan bantuan operasional untuk masjid serta mushola dari Kemenag

A. Syarat bantuan masjid dan mushola Kemenag

1. Masjid dan mushola terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama

2. Memiliki rekening bank atas nama masjid atau mushola

3. Terdampak atau berada pada daerah yang terpapar COVID-19

B. Cara mengajukan bantuan masjid dan mushola Kemenag

1. Pemohon mengupload permohonan bantuan di link https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan

2. Dokumen permohonan bantuan terdiri atas:

  • Permohonan yang diajukan pada Menteri Agama melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam/Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah
  • Rekomendasi pada SIMAS yang dikeluarkan Kementerian Agama setempat
  • Fotokopi Keputusan Susunan Kepengurusan
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  • Fotokopi buku rekening bank atas nama masjid atau mushola yang masih aktif
  • Surat pernyataan kebenaran dokumen yang ditandatangani Ketua Pengurus bermaterai cukup.

3. Status permohonan bisa dicek di https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan/cekstatus.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada takmir dan pengurus masjid/mushola dalam penanganan pandemi COVID-19. Agus berharap, bantuan menjadi stimulan untuk tetap melayani umat secara optimal selama pandemi.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa langsung mengunjungi Instagram @bimasislam pada link https://instagram.com/bimasislam?utm_medium=copy_link. Informasi bisa juga diperoleh di situs Bimas Islam Kemenag.

(row/erd)