e-Life

Jadi Ibu Itu Berat, Saya Takut

dtv - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 09:56 WIB
Jakarta -

Menjadi ibu itu tidak mudah, dia harus bisa merawat anaknya sejak dalam kandungan sampai dengan membesarkannya dengan baik. Ibu harus merawat dan mendidik anaknya menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.

Namun tidak semua perempuan memiliki kesiapan mental dan skill menjadi ibu. Dan inilah salah satu alasan kenapa ada perempuan yang memutuskan tidak mau punya anak alias childfree.

"Karena saya menyadari sejak saya masih kecil bahwa menjadi orang tua itu bukan hanya melahirkan dan memberi makan, tapi juga mendidik," ujar penulis buku 'Childfree & Happy' Victoria Tunggono dalam program e-Life di detikcom.

Victoria yang masih single ini melihat banyak ibu menjadi orang tua toxic bagi anaknya. Alhasil anak-anak mereka pun jadi punya banyak masalah dalam tumbuh kembangnya.

Di lain sisi, Victoria menceritakan punya ibu yang sangat bertanggung jawab dengan 3 anaknya. Dan dia merasa tidak sanggup menjadi seperti ibunya itu.

"Jadi saya pikir, kalau mau menjadi orang tua itu tidak hanya dengan materi maupun fisik saja tetapi juga harus ada kesiapan mental dari seorang orang tua untuk melayani anaknya. Kalau saya melihat orang tua saya seperti itu, dia sangat mau melayani anak-anak nya setidaknya sampai usia SMP sudah bisa dilepas baru dia sudah punya kebebasan sendiri mungkin ya. Tapi itu juga kan tidak hanya sampai di SMP doang, tapi sampai seumur hidup seorang anak itu pasti akan butuh orang tua," tuturnya.

Victoria menceritakan tidak mau hidupnya seperti di film Revolutionary Road yang mengisahkan tentang rumah tangga yang penuh konflik. Kisah itu sendiri berakhir dengan pemeran utama Kate Winslet yang bunuh diri karena melakukan aborsi anak keduanya di rumah. Plus Victoria juga melihat bagaimana tante-tantenya tampak struggle membesarkan anak mereka.

"Jadi saya ketakutan sendriri kalau saya punya anak. Itu yang menghantui saya. Jadi Ketika saya tahu saya punya kuasa dalam memilih hidup saya, gaya hidup seperti apa yang saya mau, maka itu yang akan membebaskan saya," jelasnya.

Menjadi childfree bukan berarti tidak menyukai anak-anak. Perempuan yang pernah tinggal 2 tahun di AS dan 4 tahun di Australia itu mengaku suka dengan anak-anak dan pernah bekerja di tempat penitipan anak.

"Aku senang sama anak kecil, anak kecil hampir selalu nempel sama aku. Hampir selalu ya, nggak selalu," katanya.

(gah/gah)