Ditambah Probolinggo, Kian Panjang Daftar Pasutri Terjerat KPK

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 09:04 WIB
KPK melakukan OTT Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Sejumlah barang bukti pun diamankan, salah satunya uang tunai senilai Rp 362.500.000,00.
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang merupakan anggota DPR RI, Hasan Aminuddin, menambah daftar panjang pasangan suami-istri yang dijerat KPK karena diduga terlibat korupsi. Keduanya menjadi tersangka karena diduga menerima suap terkait jabatan kepala desa (kades).

Sebelum Puput dan Hasan, pasangan Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim, juga pernah terjerat kasus dugaan korupsi di KPK. Namun kasus dugaan korupsi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyeret keduanya ini akhirnya dihentikan atau SP3.

Ada juga pasangan suami-istri yang terjerat dalam kasus korupsi yang melibatkan nama beken seperti dalam kasusnya mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Akil Mochtar. Mereka adalah eks Wali Kota Palembang Romi Herton dan Nurlatifah.

Berikut ini daftar pasangan suami-istri yang dijerat KPK:

1. Mantan Bendum Demokrat M Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni (April 2012)

Menerima suap Rp 4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah, pemenang lelang proyek Wisma Atlet, serta kasus pencucian uang. Nazaruddin dipidana bui 13 tahun, sedangkan Neneng 6 tahun.

2. Mantan Bupati Karawang Ade Swara dan Nurlatifah (Januari 2015)

Menerima suap senilai Rp 5 miliar dari CEO PT Tatar Kertabumi, Aking Saputra, untuk penerbitan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR). Selain itu, keduanya dijerat pencucian uang. Ade kemudian dihukum penjara 6 tahun, sedangkan Nurlatifah 5 tahun.

3. Mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan Masyitoh (Maret 2015)

Romi menyuap Ketua MK Akil Mochtar saat itu senilai Rp 14,145 miliar dan USD 316.700, dibantu Masyitoh. Tujuannya mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pilkada Kota Palembang. Pasutri itu juga dijerat dengan pasal pemberian kesaksian palsu di persidangan. Romi lalu dihukum 7 tahun penjara, sedangkan Masyitoh 5 tahun. Romi meninggal di Lapas Gunung Sindur pada September 2017.

4. Mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti (Juli 2015)

Pasutri ini menyuap 3 hakim dan panitera di PTUN Sumatera Utara. Uang suap senilai USD 15 ribu dan SGD 5.000 lewat pengacara OC Kaligis. Selain itu, Gatot kembali dijerat kasus korupsi dana hibah dan dana bantuan sosial (bansos). Gatot kini menjalani hukuman total 12 tahun, sedangkan Evy 2,5 tahun penjara dan telah bebas.

5. Mantan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan Suzanna Budi Antoni (Juli 2015)

Menyuap Ketua MK Akil Mochtar senilai Rp 10 miliar dan USD 500 ribu agar memenangi sengketa pilkada Kabupaten Empat Lawang di MK. Pasutri ini juga memberikan keterangan tidak benar saat menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Akil Mochtar. Budi kemudian dihukum 4 tahun penjara, sedangkan Suzanna 2 tahun.

6. Mantan Bupati Musi Banyuasin, Sumsel, Pahri Azhari dan Lucianty (Mei 2016)

Menyuap anggota DPRD Musi Banyuasin untuk memuluskan pembahasan RAPBD Kabupaten Musi Banyuasin. Uang yang dibagikan ke anggota DPRD berasal dari urunan para kepala dinas. Pahri dihukum 3 tahun dan Lucianty 1,5 tahun bui.

Tonton video 'KPK Tetapkan 22 Tersangka dalam Kasus Jual-Beli Jabatan di Probolinggo':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: